Asita Jadikan Semarang Gerbang Wisata

Joko (2 dari kanan) bersama panitia dan peewakilan hotel siap sambuut ASITA Jawa Tengah Mart 2018. (Chandra AN)

SEMARANG, KRJOGJA.com - Asosiation Indonesian Travel Agent (ASITA) Jawa Tengah bertekat menjadikann Kota Semarang dan Surakarta menjadi pintu gerbangnya turis mancanegara masuk ke wilayah potensi pariwisata Jawa Tengah. Karena  itu daya tarik kota Semarang sebagai pintu masuk kunjungan wisata Jawa Tengah masih perlu dipacu.

Ketua DPD Asosiation Indonesia Travel Agent Indonesia (Asita) Jawa Tengah, Joko Suratno saat konfrensi pers menjelang penyelenggaraan Asita Jateng Travel Mart 2018 di Hotel Gumaya, Senin (12/2/2018) mengatakan kesiapannya meningkatkan angka  kunjungan wisata melalui Travel Mart yang bakal digelar pada tanggal 7 hingga 8 Maret akan datang.

Joko mengungkapkan, target yang hendak dicapai adalah angka kunjungan ke Jawa Tengah sekitar 1,5 juta wisatawan mancanegara. "Cukup sulit menjual atraksi wisata yang ada di Jawa Tengah. Kondisi ini dipengaruhi minimnya sarana prasarana, termasuk gaet yang bisa lancar berbahasa Inggris. Selain itu juga karena Semarang yang notabene sebagai pintu masuk penerbangan Jateng selain Solo juga belum begitu digandrungi wisatawan asing", ungkap Joko.

Wisatawan yang hendak berkunjung ke atraksi wisata di provinsi ini cenderung lebih memilih mamakai pintu masuk Yogyakarta ketimbang dari Semarang atau Solo. Hal tersebut kemudian menjadi pertimbangan Asita memilih Kota Semarang sebagai tuan rumah AJTM 2018. 

"Dipilih Semarang, karena gate utama menuju Jateng. Kami memandang perlu ada edukasi kepada para buyer bahwa jika mereka ingin berwisata ke Borobudur, Dieng, Karimunjawa, tidak perlu lewat Jogja.  Semarang perlu dipromosikan, jujur susah menjual Semarang. Itu jadi kajian kami kenapa AJTM di Semarang," kata Joko. (Cha)

Tulis Komentar Anda