ABRASI LENYAPKAN 20 HAKTARE LAHAN

Usulan Penanggulangan Banjir Dicoret

Kerusakan akibat abrasi terus terjadi di Sungai Oya Sriharjo Imogiri Bantul. (Foto: Sukro R)

BANTUL, KRJOGJA.com - Dampak banjir akhir tahun lalu memicu terjadinya abrasi disejumlah Sungai Oya dan Opak.  Puluhan haktare lahan milik warga  dan  pelungguh di aliran sungai  tersebut hilang digerus banjir tanpa bisa dicegah. Kini warga sangat berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menangani persoalan  tersebut. Bahkan ratusan orang dan relawan di Desa Sriharjo dan Selopamioro Imogiri akhir pekan lalu berusaha membelah Sungai Oya untuk meluruskan aliran sungai agar tidak menghantam  tanah milik warga.

Kepala Dusun Wunut Kedungmiri Sugiyanto, Senin (12/2/2018) mengatakan, sejumlah lahan pertanian milik warga  raib setelah digerus air  Oya. Bahkan ada rumah warga sekarang sudah dikosongkan pemilknya lantaran banjir terus menghantam. Oleh karena itu Sugiyanto berharap aliran sungai sudah saatnya diluruskan atau paling tidak dialikan. Dijelaskan terjadinya abrasi tersebut karena aliran sungai menghantam tebing disisi kiri dan kanan sungai. “Setelah mengenai tebing  sisi kiri otomatis balin menerjang sisi kanan itu yang membuat kawasan ini rusak sangat parah  akibat abrasi,” ujarnya.

Dengan kondisi seperti itu jalan keluarnya hanya satu aliran sungai normalisasi atau dialihkan agar tidak mengenai tebing  sungai. Langkah itu juga yang diambil warga untuk  mencegah abrasi  memakan lahan milik warga. Kepala Seksi Pelayanan Desa Selopamioro Imiogiri Danan Kumoro Jati mengatakan, diwilayahnya sedikitnya 20 haktara lahan hilang setelah digerus banjir. Tanah seluas itu mayoritas milik kas desa dan sebagian kecil milik warga. Dijelaskan, lahan-lahan tersebut selama ini jadi pelungguh pamong desa. Namun karena terus hilang akibat aliran sungai akhirnya  pamong desa itu kehilangan tanah garapannya.

Sementara Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) Ir Tri Bayu Aji mengatakan,  bahwa untuk program pengendalian banjir sungai  Oya dan Opak beserta anak-anaknya tahun ini belum dianggarkan. Tahun 2018 ini Balai Besar fokus pengendalian banjir di Sungai Progo dan Serang beserta anak sungainya.

Tri Bayu Aji mengatakan, sebenarnya untuk anggaran pengendalian banjir Sungai Oya, Sungai Opak dan anak-anaknya anggaranya sudah diajukan pada tahun 2017 lalu.  “Sudah kami  ajukan untuk program pengendalian banjir Sungai Opak dan Oya, tetapi kemudian dicoret. Tahun 2018 ini kami ajukan kembali dan semoga 2019 bisa dialokasikan,” ujar Tri Bayu Aji. Meski begitu Balai Besar tetap bisa melakukan tindakan yang sifatnya mendesak. Karena  untuk anggaran setiap sungai nilainya cukup besar yakni antara Rp 150 -250 miliar. (Roy)

Tulis Komentar Anda