Pendidikan Editor : Danar Widiyanto Selasa, 13 Februari 2018 / 03:38 WIB

Dua Mahasiswa UNS Raih Juara di Thailand

SOLO, KRJOGJA.com - Dua mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo tampil sebagai juara Kompetisi Inovasi Internasional Thailand Inventors Day 2018 yang digelar di Bangkok International Trade and Exhibition Center (BITEC), Thailand, 2-6 Februari. Dia adalah Intan Mulia Rahayu dari program studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian dan Kevin Ikhwan Muhammad (Teknik Kimia).

Suksesnya menjadi lengkap karena keduanya juga meraih special award dari World Invention Intellectual Properti Association (WIIPA). Intan dan Kevin menampilkan karya menampilkan alat inovasi teknologi yang diberi nama SCRAPER atau Smart Chlorinated Rice Portable Detector berbasis microcontroller ATmega8535 dan Light Dependent Resistor (LDR).

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Inovasi SCRAPER muncul menjawab persoalan pasar tentang  maraknya oknum penjual beras curang yang sengaja menambahkan pemutih/khlorin pada beras bergrade rendah. Dengan kecurangan ini beras terlihat putih bersih seperti kualitas super. Sementara konsumen para ibu rumah tangga tidak bisa membedakan beras yang mengandung pemutih dan tidak.

Padahal khlorin, kata Intan, sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. "Khlorin dapat merusak sel-sel darah, mengganggu fungsi hati/liver, dapat merusak sistem pernapasan," katanya, Senin (12/2/2018). Bila penggunaan klorin mencapai 3-5 ppm dalam beras atau bahkan mencapai dosis lebih dari 30 ppm bisa menyebabkan kematian.

"Kami berharap alat inovasi ini dapat bermanfaat untuk masyarakat sebagai upaya pencegahan pengonsumsian beras berpemutih. Semoga SCRAPER dapat membantu pemerintah dalam inspeksi penjual beras di pasar," ujar Intan, sebagai ketua tim.

Kompetisi diselenggarakan National Research Council of Thailand (NRCT) bersama  International Federation of Inventor’s Associations (IFIA) dan World Invention Intellectual Properti Association (WIIPA). Ajang Thailand Inventors Day diselenggarakan setiap tahun untuk menampilkan potensi hasil penemuan dan inovasi dari inovator-inovator internasional.

Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx 2018) diikuti 24 negara selain Indonesia yakni Kanada, China, Mesir, Hongkong, India, Indonesia, Iran, Jepang, Lebanon, Makau, Malaysia, Filipina, Polandia, Rumania, Rusia, Saudi Arabia, Singapura, Korea Selatan, Sri Langka, Taiwan, Uni Emirate Arab, Inggris, Vietnam dan Thailand.

"Alhamdulillah, senang dapat pengalaman yang luar biasa," ungkap Ibtan.Awalnya tidak menyangka akan mendapat medali emas dan special award sekaligus. Semua itu berkat Allah yang senantiasa memudahkan segala sesuatu.(Qom)