Hiburan Agregasi    Senin, 12 Februari 2018 / 21:21 WIB

Limbad Tanya Hukum Rambut Gimbal, Mengejutkan! Ini Jawaban Ustadz Somad

JAKARTA (KRjogja.com) - Diam-diam Limbad mengidolakan Ustadz Abdul Somad dan menuliskan pertanyaan khusus di salah satu majelis pengajian. Pertanyaan Limbad tersebut tak jauh-jauh dari kehidupan yang dijalani selama ini.

Sebelum mengajukan pertanyaan, Limbad terlebih dahulu mengenalkan diri di surat yang telah ia kirim. Ini tentu saja disambut hangat dan penuh senyum oleh Ustadz Abdul Somad yang berada di hadapan para jamaah.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

"Pak Ustaz, kenalkan nama saya Master Limbad. Oh, asli, "Apa hukumnya rambut gimbal?" baca Ustadz Somad lantas tersenyum.

Tanpa pikir panjang, Ustadz Somad pun memberikan jawaban yang dimulai dengan kisah Nabi Muhammad SAW. Dalam kisahnya disebutkan bahwa Nabi memiliki rambut yang panjang karena situasi Makkah, tempat tinggalnya saat itu yang menjadikan rambut sebagai salah satu alat untuk melindungi diri dari panasnya cuaca di negara setempat.

"Nabi SAW yang diriwayatkan oleh guru saya, syaikh kami dulu katanya panas, Makkah itu sangat panas maka Nabi itu kepalanya ditutupi oleh tiga. Pertama rambut, baru penutup kedua qolansuwah (kopyah) setelah itu baru imamah (sorban)," terang Ustadz Somad.

Ustadz Somad menyebutkan bahwa tidak adanya larangan untuk memelihara rambut panjang dan tebal. Namun hal itu akan menjadi haram saat menimbulkan mudhorot dan membuat pemilik rambut merasa rugi.

"Rambut gimbal, rambut yang tebal atau panjang, selama tidak menimbulkan mudharat, ya tidak apa-apa. Hukumnya mubah," katanya.

Selama memberikan penjelasan, ustadz berusia 40 tahun ini juga menyelipkan kalimat candaan untuk mencontohkan kemudhorotan yang bisa membuat hukum memelihara rambut panjang dan tebal menjadi haram.

"Tapi kalau sampai dia menimbulkan mudharat, misalnya istri bangun pagi bingung dia bedakan mana sumbu kompor, mana rambut," tutupnya. (*)