Tegas! Lindungi Pedagang Kecil, 10 Toko Modern di Sukoharjo ditutup

Tim gabungan saat melakukan penyegelan untuk menutup paksa 10 toko modern. (wahyu imam ibadi)

SUKOHARJO (KRjogja.com) - Tim gabungan Pemkab Sukoharjo melakukan penyegelan untuk menutup paksa 10 toko modern di enam kecamatan. Petugas memasang Perda Line dan setelah ini toko modern sudah tidak boleh buka lagi. 

Kepala Satuan Palisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Heru Indarjo, Senin (12/2) mengatakan, kegiatan dilakukan dengan membagi tiga tim berisi petugas gabungan. Mereka menyasar ke toko modern di wilayah Kecamatan Tawangsari, Weru, Nguter, Mojolaban, Kartasura dan Gatak. Petugas yang terlibat seperti dari Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Bagian Hukum, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Penyegelan dilakukan petugas dari tim gabungan dengan memasang Perda Line. Sebelumnya petugas telah memberikan surat peringatan kepada para pemilik atau pengelola toko modern untuk menutup sendiri usahanya.

Namun petugas tidak mau kecolongan dengan langsung melakukan penutupan paksa. Sebab izin usaha 10 toko modern sudah habis sejak November 2017 lalu. "10 toko modern resmi kami tutup paksa dengan memasang segel Perda Line di pintu depan. Setelah ini toko modern tidak boleh buka dan harus tutup," ujar Heru Indarjo.

Penutupan toko modern menjadi bukti ketegasan Pemkab Sukoharjo terhadap pelaku pelanggar Perda. Selain itu juga bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap nasib pedagang kecil.

Pemilik toko masih mendapatkan kesempatan untuk mengambil dan mengeluarkan barang dagangan. Petugas memberikan kesempatan setelah ada permintaan dari pemilik toko untuk menekan kerugian. (Mam)

Tulis Komentar Anda