Ada Sensasi ‘Kres…kres!’ Bubur Gudeg Manggar Nikmatnya Beda

Bubur gudeg manggar mempunyai cita rasa khas. (Foto: Sulistyanto)

TAK semua lokasi kuliner gudeg menyediakan bubur gudeg, apalagi jenis gudegnya terbuat manggar (bunga kelapa muda) yang biasa disebut gudeg manggar.

Cara memasak gudeg manggar relatif sama dengan gudeg nangka, bahkan bumbu-bumbunya juga hampir sama. Hanya saja manggar diolah dahulu dengan tambahan santan dan kuah ayam kampung, sehingga menjadikan manggar lebih gurih. Proses memasak juga lebih lama karena bahan yang lebih keras. Tektur manggar yang khas, setelah dimasak menjadi gudeg akan memberikan sensasi ’kres…kres…’saat disantap.

“Meskipun bahan baku manggar atau bunga kelapa terkesan keras, tapi manggar sama sekali tak keras. Dengan dimasak yang benar, batang dan bunga tetep mudah dikonsumsi dan lembut. Apalagi dipadu berbagai rempah atau bumbu, menjadikan rasanya lezat dank has,” papar pengelola gudeg Bu Yayuk, Indriana, di kawasan Jalan Wates Ngestiharjo Bantul, baru-baru ini.

Wanita ramah yang akrab disapa Ana ini menambahkan, sama seperti gudeg nangka, gudeg manggar lebih istimewa disajikan dengan sambal goreng krecek, telur bebek semur dan opor ayam kampung. Gudeg manggar merupakan jenis gudeg yang terbuat dari bunga kelapa. Adapun bentuk bunga kelapa seperti padi, ada bagian batang dan bagian yang mirip biji-bijian. Semua bagian batang dan biji-bijian bisa dimasak dan diolah menjadi gudeg manggar. Tentu saja yang dimasak adalah bunga kelapa yang masih muda. Gudeg jenis ini pun dapat dipadukan dengan bubur maupun nasi.

Sensasi lezat pun dapat dirasakan saat menyantap bubur gudeg dalam keadaan masih panas/hangat. Apalagi dalam bubur tersebut ada tambahan telur bebek semur, sambal goreng, sayur krecek serta tahu/tempe. Lauk lainnya bisa memilih opor ayam, antara lain bagian paha-cakar, dada menthok ataupun gending. Semua masakan ini dibanderol dengan harga terjangkau.

“Agar tak kalah eksis dengan gudeg-gudeg lain, kami juga mempunyai beberapa masakan andalan lain, seperti mangut lele asap,” tandas Ana.

Menurutnya, tak seperti mangut umumnya dimana ikan atau lele cukup digoreng saja. Sedangkan di tempatnya, lele dimatangkan dengan cara diasap baru kemudian dimasak dengan dimangut. Selain itu ada menu andalan lainnya, yaknu khas masakan Jawa Tengah dengan kaldu sapi, potongan koyor, kacang merah dan telur bebek. Sekilas mirip dengan rawon, namun masakan brongkos ditambah dengan kuah santan.

Adapun gudeg Bu Yayuk dirintis sejak puluhan tahun lalu oleh Bu Mukti Rahayu atau lebih akrab disapa Bu Yayuk. Pada awal berdirinya, hanya mengandalkan menu gudeg nangka. Lalu dalam perjalanannya dapat merambah menu gudeg manggar untuk menjadi menu favorit, dengan racikan khas Bu Yayuk, akhirnya gudeg manggar bisa cepat diapresiasi oleh konsumen. Dengan cita rasa gurih dan tak terlalu manis, menjadikan gudeg berbahan bunga kelapa muda itu cepat disukai konsumen. (Yan)

Tulis Komentar Anda