Gaya Hidup Agregasi    Minggu, 11 Februari 2018 / 02:48 WIB

Susu Kedelai Lebih Baik dibandingkan Susu Alternatif Lain

BERAPA banyak di antara Anda yang senang mengonsumsi susu kedelai? Tentu jumlahnya lebih sedikit bila dibandingkan dengan orang-orang yang senang mengonsumsi susu sapi. Padahal, susu berbahan kacang kedelai itu membawa dampak positif bagi kesehatan.

Dahulu banyak orang yang senang mengonsumsi susu kedelai karena mengalami intoleransi laktosa. Namun seiring berjalannya waktu banyak alternatif susu lain untuk menggantikan susu sapi. Hal itu membuat jumlah konsumsi susu kedelai mengalami penurunan. Tapi tampaknya fakta ini akan mengalami perubahan.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Melansir New York Post, Sabtu (10/2/2018), sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Food Science and Technology mengungkapkan jika susu yang bergizi untuk menggantikan susu sapi hanyalah susu kedelai. Menurut seorang ahli gizi dari Inggris, Whitney English Tabaie, berdasarkan penelitian tersebut susu kedelai bermanfaat untuk mencegah dan mengobati penyakit kronis seperti kanker payudara dan prostat, penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, serta diabetes.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari McGill University itu membandingkan nilai gizi dari empat jenis minuman susu yang paling umum dikonsumsi yaitu almond, kelapa, beras, dan kedelai dengan susu sapi. Setelah dianalisis, terungkap jika susu kedelai tidak hanya kaya akan protein tetapi juga menawarkan isoflavon yang merupakan anti-karsinogenik fitokimia. Selain itu, susu kedelai mengandung makronutrien yang luar biasa. Dalam satu cangkirnya terdapat sekira 7 gram protein, 2 gram serat, dan 4 gram lemak tak jenuh.

Sayangnya konsumsi susu kedelai menurun karena dipicu berbagai mitos. Ada yang mempermasalahkan dari mana bahan baku pembuatannya berasal. Ada pula yang mengatakan jika kedelai dapat menyebabkan kanker, masalah kesuburan, memicu jerawat, dan hipotiroidisme. Hal-hal tersebut membuat masyarakat beralih ke susu alternatif lainnya.

Inilah yang dirasakan oleh Michelle Silva, seorang konsumen susu kedelai. Dia memiliki pandangan aneh saat meminum susu kedelai karena alasan tertentu. “Saya pernah tidak ingin meminumnya. Tapi setelah mencari informasi, saya menemukan fakta jika masalahnya bukan terdapat pada asal kedelai melainkan proses pembuatannya. Proses dan modifikasi yang membuat susu kedelai patut dipertanyakan. Saya sendiri minum susu kedelai non-GMO organi dan saya menyukai teksturnya yang kental, " ucap Michelle. (*)