Kodim Sukoharjo Siap Cetak Pemain Timnas Indonesia

Dandim 0726 Sukoharjo saat menyerahkan bola pada wasit sebelum pertandingan dalam Dandim Cup di Lapangan Ngadirejo, Kartasura. (Foto : Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Kodim 0726 Sukoharjo siap cetak pemain sepakbola berbakat dan berprestasi untuk Timnas Indonesia. Caranya dimulai dengan memperbanyak gelaran pertandingan sepakbola baik dalam bentuk turnamen maupun kejuaraan sampai ditingkat desa.

Dandim 0726 Sukoharjo, Letkol (Inf) Chandra Ariyadi Prakoso mengatakan, gelaran pertandingan sepakbola resmi sangat penting dan dibutuhkan. Pemain dan pelatih sepakbola dengan berbagai tingkatan umur membutuhkan wadah resmi berupa turnamen maupun kejuaraan.

Pertandingan dibutuhkan untuk mengetahui kemampuan pemain dan pelatih apakah bisa mencapai tingkatan tertinggi menjadi juara atau tidak. Di Sukoharjo sendiri wadah untuk pemain dan pelatih sepakbola masih jarang digelar.

Kodim 0726 Sukoharjo pada awal tahun 2018 siap melakukan rintisan dengan memperbanyak pertandingan dalam gelaran Dandim Cup. Gelaran pertama dilaksanakan di Lapangan Ngadirejo atau Gempol di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura. Pertandingan digelar selama dua hari Sabtu dan Minggu (10-11/02/2018).  Dalam pertandingan tersebut diikuti oleh tim sepakbola dari berbagai daerah di Solo Raya dengan total 24 tim sepakbola anak anak siap bertanding memperebutkan juara Dandim Cup 2018.

"Ini bentuk kontribusi TNI khususnya Kodim 0726 Sukoharjo pada bangsa dan negara mencetak pemain sepakbola untuk Timnas Indonesia. Kedepan kami harap ada pemain timnas asli dari Sukoharjo," ujar Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakoso.

Kodim 0726 Sukoharjo setelah di Kartasura juga akan menggelar pertandingan sepakbola di wilayah lain. Tempat yang dipilih yakni Kecamatan Polokarto dalam waktu dekat.

Dalam menyelenggarakan pertandingan sepakbola Kodim 0726 Sukoharjo berharap ada perhatian dari semua pihak khususnya masyarakat dan lembaga terkait. Sebab perkembangan kemajuan sepakbola nasional bukan saja tanggungjawab pemerintah. (Mam)

Tulis Komentar Anda