Siapkan 30 Ribu Hektar Lahan, Indonesia Stop Impor Garam Konsumsi 2020

Ilustrasi.

SLEMAN, KRJOGJA.com - Permasalahan kurangnya stok garam konsumsi Indonesia agaknya bakal menemui titik terang dalam waktu dekat. Pemerintah saat ini sedang mempersiapkan 30 ribu hektar lahan ladang garam di wilayah Nusa Tenggara Timur yang lantas ditargetkan mencapai swasembada pada 2020.

Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan saat ini pemerintah tengah bekerja keras mewujudkan swasembada garam konsumsi, di mana salah satu usaha paling kentara adalah penggarapan 30 ribu hektar ladang garam di NTT. Pemerintah menurut Luhut tidak bekerja sendiri namun bekerjasama dengan perguruan tinggi serta pemangku kepentingan lainnya.

“Tahun 2020 kita terakhir impor garam konsumsi karena ladang garam di NTT sudah akan selesai. Pemerintah tak lagi ingin membiarkan potensi alam luar biasa ini tersia-siakan,” ungkap Luhut di usai berbicara di hadapan mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta Jumat (9/2/2018).

Garam hasil produksi NTT nantinya menggunakan teknologi terkini yang memungkinkan kualitasnya mencapai 98 persen seperti garam impor. “Jika ada yang mengatakan lautan Indonesia tidak bisa menghasilkan garam bermutu tinggi, itu hanya omong kosong karena di NTT peluang menghasilkan garam bermutu tinggi bisa terjadi,” ungkapnya lagi.

Tak hanya garam konsumsi saja, pemerintah di bawah Presiden Jokowi juga terus memaksimalkan potensi kelautan Indonesia baik yang berada di dalam laut, potensi dasar laut dan potensi dalam dasar laut seperti minyak dan gas, mineral maupun bahan-bahan farmasi lainnya. Hal tersebut guna mewujudkan misi pemerintah untuk menjadi salah satu poros maritim dunia. (Fxh)

 

Tulis Komentar Anda