Jateng Editor : Danar Widiyanto Jumat, 09 Februari 2018 / 20:10 WIB

Berkonsep Konservasi dan Edukatif

Dipoles dengan Biaya Rp 193 Juta, Taman Pandan Arum Semakin Cantik

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Ruang terbuka publik berupa taman hijau di Kota Boyolali bertambah dengan dibukanya Taman Pandan Arum yang berada di sisi barat dan utara rumah dinas bupati. Selain ruang rekreasi masyarakat, taman yang rimbun dengan pohon besar tersebut juga dimaksudkan untuk konservasi lingkungan dan benda cagar budaya.

Dipoles dengan anggaran sebesar Rp 193 juta, taman yang mengelilingi rumah dinas bupati tersebut kini menjadi konservasi fauna dengan keberadaan sebuah dome atau sangkar burung raksasa dan kandang rusa. Terdapat pula rumah arca, yakni sebuah joglo yang menyimpan koleksi benda cagar budaya berupa ratusan arca yang ditemukan di berbagai sudut wilayah Boyolali.  

Konsep ruang publik terbuka ini menjadi salah satu program Bupati Boyolali, Seno Samodro, dalam mewujudkan Kota Boyolali yang hijau dan terbuka. Tak hanya taman, komplek perkantoran terpadu Pemkab Boyolali seluas 13 hektare juga dibuat ramah untuk masyarakat. Selain fasilitas taman, seluruh kantor dinas hingga kantor bupati dibuat tanpa pagar.
Kantor dinas bupati yang dibangun dengan arsitektur mirip Istana Bogor tersebut pun kerap menjadi lokasi masyarakat untuk bersantai. Masyarakat bisa keluar masuk tanpa perlu rikuh dan formal.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali, Bambang Subagyo, Jumat (9/2/2018) menjelaskan, Taman Pandan Arum bisa menjadi alternatif untuk pelesir. Adanya flora fauna dan benda cagar budaya di taman tersebut juga bisa menjadi aspek edukatif untuk masyarakat.

"Dengan berbagai fasilitas tersebut, tama ini mempunyai banyak manfaat. Dari konservasi lingkungan hingga edukasi," terangnya.

Adanya taman tersebut diapresiasi oleh masyarakat. Yulianto, warga Siswodipuran, Boyolali Kota mengatakan, untuk menikmati taman, warga tak dipungut biaya. Sejak taman tersebut dibuka untuk umum beberapa waktu lalu, ia sendiri punya kebiasaan membawa anaknya untuk memberi makan rusa di sore hari.

"Rumah Arca juga sering dikunjungi anak muda yang menyukai sejarah. Sebab koleksi arcanya cukup banyak," ujarnya. (Gal)