Amerika Dikhawatirkan Berhadapan dengan Rusia di Suriah

AMERIKA, KRJOGJA.com - Amerika Serikat dikhawatirkan akan terlibat dalam konflik lebih luas di Suriah, menyusul pertempuran besar dengan pasukan pro-pemerintah Suriah yang dilaporkan menewaskan lebih dari 100 orang.

Senator dari Komisi Hubungan Luar Negeri dan Militer Senat AS, Tim Kaine, mengatakan keadaan ini meningkatkan kekhawatiran serius terkait keberadaan militer AS di Suriah yang masih belum jelas titik akhirnya. "Saya sangat khawatir pemerintahan (Donald) Trump sengaja masuk ke dalam konflik lebih luas, tanpa suara Kongres atau tujuan yang jelas," kata Kaine.

Namun dugaan itu ditampik  Menteri Pertahanan James Mattis. Dia menyatakan tindakan militer AS semata-mata adalah upaya mempertahankan diri dari serangan pendukung Presiden Bashar al-Assad.

Ketika ditanya apakah militer AS masuk ke dalam konflik lebih luas di Suriah, Mattis mengatakan: "Tidak. Ini upaya mempertahankan diri."

Koalisi pimpinan AS menyatakan pertempuran terjadi karena pihaknya menangkal serangan tak terprovokasi dari ratusan tentara pendukung Assad yang didukung artileri, tank, peluncur roket dan mortir, dekat Sungai Euphrates.

Insiden itu menggarisbawahi potensi konflik lebih jauh di wilayah kaya minyak di timur Suriah, di mana aliansi kelompok bersenjata Kurdi dan Arab yang didukung AS, Pasukan Demokratik Suriah (SDF), menguasai lahan besar setelah perang melawan ISIS. Assad, yang didukung Rusia dan kelompok bersenjata Syiah sokongan Iran, menyatakan ingin merebut kembali seluruh wilayah Suriah secara utuh. (*)

Tulis Komentar Anda