Wall Street Merah, Bursa Asia Rontok

Istimewa

JAKARTA, KRJOGJA.com - Bursa saham Asia dibuka anjlok pada perdagangan Jumat waktu setempat, kena imbas Wall Street yang kembali anjlok 4%.

Melansir CNBC, Jumat (9/2/2018), indeks saham acuan Jepang, Nikkei 225 turun 2,95% dengan anjloknya saham-saham blue chips, seperti Toyota merosot 2,64% Fanuc Manufacturing turun 4,09% dan Fast Retailing turun 4,02%.

Capaian ini membuat Nikkei turun sekira 12% dari level tertingginya sejak 52 minggu lalu. Indeks saham acuan Korea Selatan, Kospi juga turun 2,16%, terbebani penurunan saham Samsung Electronics 2,57%, Sementara itu, indeks saham acuan di Australia, ASX 200 turun 1,5%.

Penurunan di bursa saham Asia mencerminkan anjloknya bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street karena investor dengan yield obligasi AS yang lebih tinggi. Para analis mengatakan kenaikan imbal hasil obligasi membuat investor bingung. 

Imbal hasil obligasi 10 tahun negara tersebut hampir melampaui level tertinggi empat tahun di 2,885% pada Kamis. Sebelumnya, yield obligasi AS di 2,82%.

Tercatat, indeks Dow Jones terjun bebas 1.032,89 poin atau 4,15% ke level 23.860,46. Indeks S&P 500 turun 3,75% menjadi berakhir di 2.581 dan indeks Nasdaq turun 3,9% ke 6,777.16.

Penurunan pasar saham terbaru merupakan kelanjutan dari aksi jual yang dimulai pada hari Jumat lalu ketika imbal hasil obligasi AS naik didukung oleh pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan.

Investor di AS juga mengawasi kemungkinan kembali penutupan pemerintah. Gedung Putih pada hari Kamis menginformasikan kepada instansi pemerintah untuk mempersiapkan acara tersebut sebagai batas waktu tengah malam agar tagihan pendanaan dilelang semakin dekat. (*)

 

Tulis Komentar Anda