Kasus Kanker Bisa Turun dengan Deteksi Dini dan Budayakan Hidup Sehat

Ilustrasi

YOGYA, KRJOGJA.com - Kanker masih menjadi masalah serius kesehatan di Indonesia juga DIY. Di kalangan perempuan, kasus kanker terbanyak adalah kanker leher rahim (serviks) dan payudara. Sedangkan kanker pada laki-laki, terbanyak kanker paru dan prostat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinas Kesehatan DIY dr Ahmad Ahadi MPH mengatakan, untuk mengurangi angka kejadian kanker, pemerintah menggalakkan deteksi dini (skrining) terutama untuk kanker serviks dan payudara. Sebanyak 121 Puskesmas di DIY telah mampu melakukan IVA Test untuk mendeteksi kanker serviks dan pemeriksaan payudara klinis (Sadanis) oleh tenaga kesehatan untuk mendeteksi kanker payudara.  

Menurut Ahmad, wanita yang sudah menikah atau pernah dianjurkan untuk
melakukan deteksi dini kanker serviks, secara berkala minimal setahun sekali. "Masyarakat juga diedukasi untuk bisa melakukan deteksi kanker payudara secara mandiri di rumah," terang Ahmad kepada KRJOGJA.com, Kamis (8/2/2018). Sedangkan bagi masyarakat yang ingin skrining kanker serviks lebih komprehensif bisa memilih pap smear di klinik atau rumah sakit.

Menurut Ahmad, skrining atau deteksi dini sangat penting dilakukan, agar jika terdeteksi ada sel kanker di tubuh segera bisa ditangani sehingga tidak menyebar. Namun jika sudah stadium lanjut, penanganan akan sulit serta membutuhkan biaya tidak sedikit. "Semakin awal terdeteksi, maka harapan hidup pasien akan lebih panjang," katanya.

Dijelaskan Ahmad, faktor penyebab kanker sangat beragam, paling dominan karena faktor gen, sehingga orang yang orangtua atau saudaranya ada yang menderita kanker, dia juga punya potensi terkena kanker. Selain itu kanker bisa disebabkan infeksi virus (HPV) seperti pada kanker serviks dan bisa juga disebabkan pola hidup yang tidak sehat, seperti sering merokok atau sering mengonsumsi makanan berpengawet.

Melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), pemerintah mengajak masyarakat untuk membudayakan pola hidup sehat, yang salah satu tujuannya untuk menurunkan angka kejadian kanker. Germas mengajak masyarakat untuk meningkatkan aktivitas fisik (olahraga), konsumsi buah dan sayur, deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) secara berkala, serta tidak merokok.(Dev)

Tulis Komentar Anda