Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 08 Februari 2018 / 18:30 WIB

Kemenperin Dorong IKM Manfaatkan KITE

SOLO, KRJOGJA.com - Kementerian Perindustrian terus mendorong pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Indonesia bisa secara optimal memanfaatkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Dari sekitar 4.7 juta IKM baru 42 yang memanfaatkan fasilitas KITE IKM.

"Pemanfaatan fasilitas KITE IKM seharusnya bisa lebih dimanfaatkan secara masif oleh IKM ,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih pada Focus Group Discussion Implementasi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) untuk IKM di Hotel Alila Solo, Kamis (08/02/2018).

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Gati menjelaskan dari 42 IKM yang memanfaatkan KITE didominasi IKM furnitur, kerajinan tembaga dan kuningan. Sasaran yang dibidik adalah industri menengah yang diperkirakan 30 ribu. Sedangkan, KITE yang diluncurkan pada Januari 2017 bertujuan untuk menurunkan biaya produksi sekaligus meningkatkan pendapatan IKM.

"Fasilitas yang bisa dirasakan IKM adalah pembebasan bea masuk, tidak dipungut PPN dan PPN Barang Mewah atas atas impor Barang/ dan atau bahan untuk diolah, dirakit dan/atau dipasang pada barang lain dengan tujuan diekspor," tandas Gati.

Gati mencontohkan Inducomp Dewata yang merupakan IKM komponen elektronik yang memiliki negara tujuan ekspor Hungaria, Jerman, dan Swiss dengan negara asal impor China. Sejak 2017 bisa menghemat biaya pembebasan PPn/PPnBM sekitar Rp. 400 juta.  "Pendapatannya pun naik pada 2016 sebesar Rp 8 Miliar menjadi Rp 10 Miliar pada tahun 2017 dengan status penjualan seluruh produknya diekspor." (Qom)