Jateng Editor : Agus Sigit Kamis, 08 Februari 2018 / 14:45 WIB

Mau Baca Buku Koleksi Perpustakaan Boyolali, Kini Hadir 'Iboyolali'

BOYOLALI (KRjogja.com) – Kembangkan minat baca dan permudah masyarakat untuk mengakses buku digital koleksi Perpustakaan Boyolali, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Boyolali kembangkan aplikasi iBoyolali yang bisa diakses melalui telepon pintar dan komputer.

Kasi Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Bambang Suratno, Kamis (8/2) menjelaskan, koleksi buku digital perpustakaan boyolali yang bisa diakses melalui aplikasi iBoyolali saat ini sebanyak 2.000 buku dari berbagai jenis, dari buku pengetahuan ilmiah hingga fiksi. Koleksi buku digital akan terus bertambah tiap tahun. "Tahun ini kita anggarkan sebanyak Rp16 juta untuk menambah koleksi buku digital," terangnya. 

Tak sebatas mengakses buku digital, dengan adanya fitur obrolan, aplikasi ini juga mengakomodasi para pustakawan untuk saling berkomunikasi. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga bisa memanfaatkan aplikasi ini dengan menampilkan informasi tentang kegiatannya, semisal dokumentasi kegiatan, potensi dan sebagainya. Sehingga aplikasi ini juga bisa dikatakan menjadi ruang arsip digital.

Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan masyarakat mengakses koleksi buku sesuai kebutuhannya dengan mudah. Misalnya untuk para pelajar. Banyak koleksi buku digital materi pelajaran sekolah yang bisa diakses tanpa perlu repot. Cukup dengan klik saja. "Koleksinya cukup lengkap. Buku pelajaran dari SD hingga SMA semua ada. Diharapkan dengan aplikasi ini bisa meningkatkan minat baca masyarakat," 
Salah satu pengunjung Perpustakaan Boyolali, Tri Widodo mengatakan, untuk mengimbangi perubahan dan kemajuan teknologi, perpustakaan juga harus adaptif.
 
Misalnya, anak-anak sekarang lebih suka atau nyaman untuk membaca di perangkat elektronik dibandingkan membaca dari buku konvensional. Penyedia informasi, dalam hal ini perpustakaan, juga harus adaptif terhadap perubahan pola baca tersebut. "Salah satunya dengan menyediakan dan menambah koleksi buku digital. Kalau tak adaptif nanti ya ditinggalkan jaman," ucapnya. (Gal)