Jateng Editor : Danar Widiyanto Rabu, 07 Februari 2018 / 17:11 WIB

Kelompok Minoritas Purworejo Semakin Terpinggirkan

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Pembangunan kemasyarakatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo selama ini dinilai belum mencerminkan sebuah keadilan. Bahkan kelompok minoritas merasa kesulitan untuk menghadirkan pejabat, terlebih bupati.

“Setiap kegiatan perayaan keagamaan kami selalu berusaha untuk mengundang bupati, namun selama ini tidak pernah hadir,” kata Gunadi, pemeluk Budha dalam forum komunikasi dengar aspirasi publik /critical voice pont (PVC) di pendapa rumah dinas bupati setempat, Rabu (7/2/2018).

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Menurutnya, di Purworejo sampai sekarang memiliki lima wihara yang tersebar di Kecamatan Purworejo, Gebang, dan Bagelen. Kegiatan umat Budis selalu rutin, terutama pada perayaan-perayaan hari besar. “Pada setiap perayaan hari besar itulah kami sebagai warga Purworejo selalu berupaya menghadirkan pimpinan atau bupati,” katanya.

Namun sejauh ini baru sekali dihadiri bupati, saat dijabat H Kelik Sumrahadi SSos MM (alm). “Selain beliau belum pernah ada pejabat datang,” tandasnya.

Diakui, selama ini umat Budha yang notabenenya merupakan kelompok minoritas di Purworejo merasa tidak pernah ada kedekatan dengan pemerintah. “Selama ini kami juga merasa minim pembinaan dan perhatian dari pemerintah,” tambahnya.

Menurut Gunadi, selama ini yang sering menyambangi umat Budha di Wihara hanyalah TNI dan Polri. Kedua institusi ini memiliki perhatian besar terhadap umat minoritas dan sering melakukan komunikasi.(Nar)