Pembangunan Jalan Tol Bakal Dongkrak Pariwisata Solo

David Wijayanto didampingi Taufik Amrozi (Qomarul Hadi)

SOLO, KRJOGJA.com - Pembangunan jalan tol di satu sisi memang memunculkan kekawatiran bagi pelaku usaha, tapi di sisi lain diyakini mendongkrak perekonomian daerah. Begitu juga tol Semarang-Solo-Surabaya yang tahun ini difungsikan. Tol ini bakal meningkatkan perekonomian di kota kabupaten di wilayah Surakarta.

"Kami punya keyakinan pariwisata di Surakarta meningkat dengan adanya jalan tol. Kami contohkan Cirebon meningkat tajam," jelas Direktur Utama PT Solo Ngawi Jaya David Wijayanto dalam ngobrol santai outlook perekonomian yang digelar Perwakilan Bank Indonesia di hotel The Royal Surakarta Hertitage Solo, Selasa (06/02/2018).

Setelah tersambung jalan tol, lanjut David, Cirebon luar biasa. Karena banyak orang Jakarta yang ke Cirebon dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam. Hal yang sama juga dirasakan Solo. "Nantinya banyak orang Semarang yang ke Solo untuk wisata kuliner. Karena hanya butuh waktu satu jam."

Sementara Solo-Surabaya juga bisa ditempuh dalam waktu 3 jam. Dalam sehari mereka bisa bolak balik untuk belanja batik atau wisata kuliner. "Jadi saya yakin Solo dan sekitarnya akan tumbuh asal dikelola dengan baik pariwisatanya. Selain pariwisata sektor industri juga bakal tumbuh pesat," kata David.

Aksebilitas ke pelabuhan Tanjung Emas Semarang maupun Tanjung Perak Surabaya semakin cepat. Ini akan mendorong  pertumbuhan industri. Sementara suasana Jateng yang relatif kondosif dan UMR juga relatif rendah merangsang para investor untuk membuka usaha fi sini.

"Jadi PAD akan meningkat. Karena di sekitar pintu tol tumbuh perekonomian. Harga tanah meningkat dan ada pajak iklan di jalan tol," tambah David. Selain dia tampil sebagai prmbicara M Taufik Amrozi dan Bandi dari BI Solo serta Kepala DPKAA Pemkot SolonYosca Herman Sudrajat. (Qom)

Tulis Komentar Anda