Hiburan Editor : Danar Widiyanto Minggu, 04 Februari 2018 / 14:10 WIB

Hanya Karena Perbedaan, Jadi Alasan Menuju Perpecahan?

AKANKAH perbedaan selalu berhasil menghalangi persatuan? Pesan inilah yang ingin disampaikan pada masyarakat luas seiring dengan pergelaran Drama Musikal Putih Hitam Lasem di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Sabtu (3/2/2018) malam.

Bahwa sebenarnya, perbedaan bukan alasan untuk menghalangi persatuan. Namun justru dengan perbedaan tersebut sebagai upaya mengikat tali silaturahmi menuju kebersamaan. Seperti halnya memperkokoh Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi salah satu fondasi negeri ini.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Begitu juga gambaran kuat yang disajikan dari drama musikal besutan D'ArtBeat dengan sutradara Ibas Aragi ini ingin menampilkan betapa majemuknya Kota Lasem di Jawa Tengah yang disebut sebagai Tiongkok Kecil. Akulturasi dan asimilasi Jawa dengan Tionghoa sangat kental di kota tersebut. Bukan sekedar masyarakat etnis Tionghoa sangat
mempengaruhi perkembangan batik Lasem yang legendaris, bahkan perkawinan antaretnis Jawa dan Tionghoa juga terjadi di kota tersebut.

"Pada satu sisi ingin mengangkat batik Lasem yang juga kami hadirkan di pentas tersebut. Tapi tidak kalah penting menggugah semangat Bhinneka Tunggal Ika di kalangan warga masyarakat, khususnya generasi muda," tutur Executive Producer Grace Kusno dijumpai sela pementasan.

Terpisah Ketua D'ArtBeat Lina Dewi Nursalim mengatakan, keragaman yang ada di Indonesia merupakan anugerah yang tidak ternilai. Karena itu sudah menjadi kewajiban tiap warga bangsa untuk menghargai dan menjaga perbedaan tersebut menuju pada semangat persatuan.

Cerita Putuh Hitam Lasem ini berkisah tentang Lian Hoa, gadis Tionghoa dari keluarga Tan pemilik pembatikan Padma Putera. Ia bersahabat dengan Ario Adiatmojo dari keluarga Jawa pemilik pembatikan Banyu Bening. Seiring waktu, persahabatan itu menumbuhkan benih cinta.

Namun, perbedaan keturunan menghalangi cinta keduanya. Hingga suatu ketika Lian Hoa mengunjungi pembatikan Banyu Bening untuk mencari Ario. Tapi mendadak terjadi kebakaran hebat di tempat itu. Kejadian itu mengakibatkan Adiatmojo, orangtua Ario meninggal. Tidak lama berselang Kota Lasem gempar karena tersiar kabar Lian Hoa yang membakar pembatikan Banyu Bening.

Akibat peristiwa tersebut, Lian Hoa menghilang. Hubungan keluarga Tan dan Adiatmojo makin renggang. Hingga 12 tahun berlalu, tidak terduga Lian Hoa muncul di Kota Lasem. Ia ingin menjernihkan kejadian 12 tahun lalu. Namun, kedua orangtuanya telah meninggal. Sedang Ario, telah menikah dengan Retno.

Saat inilah intrik, konflik percintaan terjadi. Dibalut dengan pesan-pesan sarat makna dan sentuhan-sentuhan humor ringan, menjadikan drama musikal produksi ke-9 D'ArtBeat yang sebelumnya sukses digelar di Jakarta ini menjadi sajian apik menggambarkan realita di tengah masyarakat saat ini. (Febriyanto)

Baca Juga: Ya Ampun.. Mantan Selingkuhan David Beckham Ini Tolak Main Film Porno