Cilacap Disapu Angin Kencang, Puluhan Rumah Rusak

Ilustrasi (Foto:doc)

CILACAP, KRJOGJA.com - Tiga kecamatan di Cilacap Barat Jawa Tengah, tersapu angin puting beliung atau angin lesus, Jumat (2/2/2018) sore. Bencana angin kencang ini menyebabkan puluhan rumah di Kecamatan Majenang, Wanareja dan Dayeuhluhur mngalami rusak-rusak tersapu angin dan tertimpa pohon tumbang, Jumat (2/2/2018).

"Di Kecamatan Majenang angin kencang menyapu dua desa terdiri Desa Ujungbarang dan Cibeunying, mengakibatkan 14 rumah wqarga mengalami rusak-rusak," ujar Pelaksana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Tri Komara Sidhy.

Sedang di Kecamatan Wanareja, ada dua desa yang tersapu angin kencang, terdiri Desa Limbangan dengan 12 rumah rusak dan Desa Sidamulya terdapat 3 rumah  rusak. Kemudian di Kecamatan Dayeuhluhur terjadi pada empat desa, terdiri Desa Datar tiga rumah rusak, Desa Hanum 12 rumah rusak, kantor desa satu unit, Desa Bingkeng 13 rumah, termasuk rumah kades setempat serta Desa Dayeuhluhur diketahui empat rumah rusak.

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan, curah hujan di wilayah pegunungan tengah Jawa Tengah pada Februari 2018 diprakirakan masih tinggi, di atas 500 milimeter. Bahkan, petir juga diprakirakan masih berpotensi terjadi.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Yogyakarta, Jumat (2/2/2018) berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Runway Bandara Adisutjipto sempat ditutup selama 30 menit, mulai pukul 14.52 hingga 15.10 WIB.

Selama waktu itu ada tiga penerbangan yang terkena dampak. Pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG 104 dari Halim Perdanakusuma Jakarta sempat holding di udara sebelum akhirnya bisa mendarat. Dua pesawat lainnya  juga tertahan apron. Garuda Indonesia GA 211 tujuan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Sriwijaya Air SJ230 tujuan Balikpapan.

Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Adisutjipto, Liza Anindya Rahmadiana mengatakan, runway terpaksa ditutup karena jarak pandang penerbangan hanya 1.000 meter. Sedangkan batas amannya  1.500 meter. "Begitu jarak pandang sudah aman, pesawat yang sempat holding bisa langsung melakukan pendaratan. Termasuk pesawat lain yang sempat tertahan," ujarnya.

Bencana angin kencang juga menerjang Dusun Manggung RT 03 Rw 04, Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul, Jumat petang. Akibatnya rumah Yadi Wiyono (65) warga setempat yang sedang diperbaiki enam orang tiba-tiba roboh dan menimpa pekerja. Dua pekerja yang menderita luka langsung dilarikan ke rumah sakit. Sementara empat pekerja lainnya dalam kondisi selamat. "Rumah milik Yadi ini merupakan korban bencana longsor tahun 2017 lalu. Ketika sedang dilakukan perbaikan, tiba-tiba angin kencang dan merobohkan rumah yang sudah berdiri setengah jadi. Akibatnya bangunan menimpa sejumlah pekerja," kata Anggota Tagana Gedangsari Kusmiyanto.

Koordinator Tagana Gunungkidul Sumardi menambahkan, rumah roboh di Gedangsari sudah dilakukan penanganan. Termasuk melibatkan BPBD, Polsek, Koramil, Pemdes, masyarakat dan tagana. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengingat cuaca akhir-akhir ini tidak menentu. Termasuk warga yang bermukim di kawasan rawan longsor. Karena di Gunungkidul terdapat sejumlah kecamatan rawan longsor seperti Patuk, Gedangsari, Nglipar, Semin, Ngawen dan Ponjong. Untuk ancaman angin kencang perlu diwaspadai seluruh warga. Karena bisa saja terjadi di semua kecamatan.

Hujan deras disertai angin kencang yang menerjang Kecamatan Paliyan Gunungkidul menyebabkan pohon flamboyan cukup besar di ruas Jalan Giring-Planjan-Pantai Baron tepatnya di Hutan Petak 147 Blok Payo, Rumah Pemangku Hutan (RPH) Giring, tumbang. Pohon tumbang melintang dan menutup jalan hingga  membuat arus lalu lintas kedua arah lumpuh total.(Mak/Awh/Bmp/Ded)

 

Tulis Komentar Anda