Temu Kangen LOJ, Ajang Memelihara Kekerabatan

dr Gun Nugroho Samawi memotong kue menandai HUT ke-2 LOJ (Febriyanto)

BERDENDANG, bersuka ria, gembira bersama mewarnai peringatan HUT ke-2 Paguyuban Legends of Jogja (LOJ) di Pondok Sekeco Jalan Soragan No 29 Yogyakarta, Rabu (31/01/2017). Kebersamaan puluhan musisi dan penyanyi kawakan tersebut juga bagian dari Temu Kangen ke-3 paguyuban ini.

"LOJ didirikan 17 Januari 2016. Pertengahan bulan ini, usia LOJ tepat dua tahun. Sehingga kami berkumpul untuk bersama merayakan sembari bersama-sama melepas rindu," tutur salah satu pionir berdirinya LOJ, Anwar Santosa di sela acara.

Acara ini sendiri dihadiri penasehat Paguyuban LOJ, dr Gun Nugroho Samawi yang didaulat memotong kue ultah. Potongan kue tersebut diberikan kepada penyanyi senior Yogya Tutik Tahyin yang merupakan jebolan Bintang Radio tahun 1975, 1977, 1979 dan 1981.

Dijelaskan Anwar yang juga pemusik keyboard ini, Paguyuban LOJ diinisiasi pemusik dan penyanyi yang pernah ngetop di Yogyakarta era 60-80an. Namun seiring waktu, sebagian besar dari pemusik dan penyanyi tersebut tidak meneruskan profesi di dunia hiburan. Melainkan banyak yang berkiprah di bidang lain.

"Malahan banyak yang kemudian tinggal di luar Yogya. Ketemunya rutin setahun sekali saat ada Temu Kangen seperti ini. Kalau untuk rutinitas tiap bulan atau sejenisnya tidak ada," sambungnya.

Mengangkat tema 'Akur Semedulur', Temu Kangen diupayakan sebagai ajang memelihara kekerabatan. Meski hampir dari seratusan anggotanya tidak lagi aktif bermusik secara profesional, tapi dunia musik tidak akan pernah hilang dari keseharian mereka.

"Sebab itu salah satu cara komunikasi paling efektif bagi orang musik ya melalui acara bernuansa musikalitas dan kegembiraan. Dalam Temu Kangen, anggota bisa saling ngejam bareng. Saat itulah keakraban itu makin cair tanpa sekat," ucapnya. (Feb)

Tulis Komentar Anda