Ambon Diharapkan Jadi Laboratorium Kerukunan Umat

(Foto: ambonkumanise.blogspot.com)

AMBON (KRjogja.com) - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selalu menjadi rujukan dalam kehidupan kerukunan umat beragama oleh provinsi lain di Indonesia kendati selama ini lebih dikenal sebagai kota pelajar yang banyak didatangi para mahasiswa dari berbagai daerah.

"Jika kita lihat DIY itu bukan hanya pada masalah kerukunan umat beragamanya saja, tapi juga lebih dikenal sebagai kota pelajar sehingga dapat menumbuhkan kerukunan umat beragama yang baik," kata Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Maluku (Ambon) Fesal Musaad SPd, MPd di Ambon, Kamis (11/8/2016) malam.

Dengan dikatakannya sebagai kota pelajar, menurutnya, DIY akan lebih menunjukan sebagai pusat penempaan calon intelektual dan ilmuwan. Atas kenyataan itu, maka siapapun yang belajar di sana pulangnya akan memiliki bekal yang dibawa pulang ke kampung halamannya, termasuk yang dari Ambon.

Ditanya soal workshop kerukunan umat beragama diadakan di Ambon, menurut Musaad, karena Ambon memiliki peristiwa yang kelam berupa konflik. Namun, hal itu dapat diatasi dengan baik karena terikat pada hubungan persaudaraan dan kekerabatan.

"Dan kini Ambon semakin bangkit dan penuh damai. Ini tidak lepas dari peran jurnalis sehingga Ambon benar benar Manise," kata Musaad. Melihat kenyataan ini ia berharap ke depan Ambon menjadi laboratirium kerukunan umat beragama di Indonesia.

Pada kempatan ini Musaad juga mengingatkan bahwa yang mendapat gelar Manise itu hanya kota Ambon. Hal ini harus dijaga dan dijadikan kebanggaan seperti daerah lain, seperti DIY dikenal dengan Kota Pelajar, Surabaya dikenal Kota Pahlawan dan Bandung sebagai Paris Van Java. "Karena itu mari kita jaga perbedaan karena perbedaan itu suatu keindahan dari Tuhan," tandasnya. (Ful)


 

Tulis Komentar Anda