Tiga Nama Ini Berebut Posisi Deputi Gubernur BI

Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA, KRJOGJA.com -  Anggota Komisi XI DPR Johnny G. Plate memperkirakan bahwa Dody Budi Waluyo, Doddy Zulverdi, dan Wiwiek Sisto Widayat akan menjadi calon kuat untuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia menggantikan Perry Warjiyo yang akan habis masa jabatannya pada April 2018.

"Banyak anggota Komisi XI yang sudah mendengar tiga nama itu, tunggu saja nanti dibacakan nama-namanya di sidang paripurna," kata Johnny di Jakarta, Senin (29/1/2018).

Johnny mengatakan surat dari Presiden Joko Widodo mengenai tiga calon Deputi Gubernur BI kemungkinan sudah masuk ke pimpinan DPR, namun belum sampai ke Badan Musyawarah DPR untuk diagendakan di sidang paripurna.

Johnny mengatakan surat dari Presiden Joko Widodo mengenai tiga calon Deputi Gubernur BI kemungkinan sudah masuk ke pimpinan DPR, namun belum sampai ke Badan Musyawarah DPR untuk diagendakan di sidang paripurna.

Selain Perry yang akan purna tugas, Gubernur BI Agus Martowardojo juga akan mengakhiri masa jabatannya pada Mei 2018. Agus menjabat sebagai Gubernur BI sejak 2013. Sayangnya, Johnny masih enggan mengungkapkan nama-nama calon Gubernur BI yang diunggulkan oleh Komisi XI DPR.

"Nanti saja, kita tunggu surat dari Presiden," ujarnya.

Dody, Doddy, dan Wiwiek merupakan pejabat senior BI yang mempunyai pengalaman luas di bidang moneter. Dody Waluyo saat ini menjabat Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Dody juga pernah mengikuti fit and proper test untuk menjadi Deputi Gubernur BI pada akhir 2016. Namun, Komisi XI lebih memilih Sugeng sebagai Deputi Gubernur BI bidang Sistem Pembayaran.

Sementara Doddy Zulverdi menjabat sebagai Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI sejak 2015. Peraih gelar Master dari Columbia University itu sudah 20 tahun bertugas di departemen yang membidangi kebijakan moneter.

Adapun Wiwiek Sisto merupakan Kepala Perwakilan BI Jawa Barat. Peraih gelar Master di Swinburne University ini berkarir di BI sejak 1993 dan pernah bertugas sebagai Kepala Grup Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter. (*)

 

 

Tulis Komentar Anda