Ternyata Indonesia Belum Bisa Penuhi Kebutuhan Garam Industri

Ilustrasi (Foto:doc)

JAKARTA, KRJOGJA.com - Pemerintah akan impor garam sebanyak 3,7 juta ton. Garam tersebut digunakan untuk kebutuhan industri.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan dalam rilisnya mengatakan, impor dilakukan karena produksi garam dalam negeri belum bisa mencukupi kebutuhan industri. Selama ini, produksi dalam negeri hanya untuk kebutuhan konsumsi.

Sementara, industri dalam negeri terus berkembang. Hal itu membuat kebutuhan garam industri semakin meningkat.

"Jadi yang disebut swasembada garam sampai saat ini baru swasembada garam konsumsi. Kebutuhan dengan tingkat negara yang berkembang banyak industri kebutuhan garam semakin banyak," ungkapnya, Minggu (28/1/2018).

Dia menambahkan, garam industri digunakan untuk berbagai industri antara lain kertas, farmasi, dan lain-lain. Garam ini memiliki kualitas yang khusus.

"Dan garamnya itu garam yang khusus spesial tidak seperti yang kita pikirkan. Sehingga industri sudah di sini mereka butuh. Pabrik kertas perlu garam," ujar dia.

Oke mengatakan, dari keputusan impor sebanyak 3,7 juta ton baru 2,37 juta ton yang telah terbit izin impornya. Dia bilang, impor garam tersebut akan dilakukan oleh 21 importir.

"Kemarin 21 industri, importir. Asahimas saja gede, 1 juta ton. Karena dia untuk ekspor 126 negara," kata dia.(*)

Tulis Komentar Anda