Olahraga Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 28 Januari 2018 / 10:51 WIB

HANSAPLAST SENAM KOYO YOGYAKARTA

Sempat Grogi Lantaran Jadi 'Artis' Dadakan

"AYO semangat dan rapatkan barisan," ungkap salah satu peserta senam dari salah satu komunitas. Tak lama berselang musik menghentak dari alat pengeras suara di panggung. Kemudian para ratusan peserta lainnya mengikuti gerakan demi gerakan dari instruktur.

Di tengah cuaca yang bersahabat, para peserta dari puluhan komunitas melahap semua gerakan dilakukan sang instruktur. Kilatan lampu blitz dari kamera pintar saling beradu. Ada pula yang merekam aksi tersebut. Hal tersebut terlihat dalam senam sehat serentak di enam kota hajatan Hansaplast Koyo di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (28/01/2018). Selain di Yogyakarta, sebanyak 5000 kaum ibu di Semarang, Surabaya, Bandung, Jakarta dan Malang beradu gerakan dan dinilai oleh tim juri melalui video dan ditampilkan secara streaming.

Meski sering berlatih senam, ternyata masih ada peserta yang merasa grogi dan tersipu malu saat disorot kamera ponsel. Aksi itu, membuat anggota grup senam ini serasa menjadi artis dadakan. Maklum saja selain tatapan mata pengunjung yang memadati lokasi acara, hasil rekaman juga menjadi perhatian para juri. Kondisi itu dialami salah satu peserta. Sebut saja Ny Atun.

Dia merupakan anggota komunitas senam RSI PDHI dan merasa awalnya 'deg-degan' dan tegang saat berlomba. Selain, baru kali pertama mengikuti acara semacam ini, kekuatirannya adalah tidak tampil maksimah sehingga mempengaruhi penilaian tim secara keseluruhan. "Awalnya, sangat tegang dan grogi. Takut salah gerakan karena dilombakan dan disorot kamera. Saya berharap tim bisa memperoleh salah satu gelar dalam lomba ini," tandasnya.

Marketing Manager Hansaplast PT Beiersdorf Indonesia Setiawan Saputra menjelaskan kegiatan ini kelanjutan dari lomba serupa yang diadakan selama Oktober-November 2017. Saat itu ada 5.500 peserta dari 55 komunitas dari Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Malang menjadi peserta. Hal ini tidak terlepas dari fakta senam menjadi salah satu olahraga favorit di Indonesia, terutama kaum ibu.

Sementara Marketing Area Yogyakarta Hendro Susetyo menjelaskan acara ini diikuti 100 grup atau komunitas senam yang membuat koreografi paling kreatif dalam bentuk video. Tim juri melakukan penilaian secara rahasia dan langsung diumumkan di setiap kota usai acara yang dikemas menarik.

Hendro menjelaskan acara ini dimaksudkan untuk menjaga kesehatan sekaligus bersilaturahmi. Olahraga senam juga menadapat respons positif dari masyarakat. Termasuk 10 komunitas senam di Yogyakarta, diantaranya RSI PDHI Yogyakarta, Blawong, Semaki Sanggrahan, Panti Nugroho dan Sidokerto. Lalu ada Rahayu Pundong, Ayem Tenrem Bambanglipuro, Ulur Umur dan Pucung Imogiri Bantul.

"Selain penilaian melalui video secara nasional, digelar juga lomba untuk para komunitas. Dipilih dua pemenang dengan hadiah pertama sebesar Rp 1,5 juta dan juara kedua sebesar Rp1 juta. Kami ingin mengajak para ibu untuk terus berolahraga dan beraktivitas sehari-hari tanpa takut terasa pegal," ungkapnya.

Hendro menambahkan berdasarkan penilaian grup senam RSI PDHI Yogyakarta Kalasan menjadi pemenang pertama dan Sidokerto pemenang kedua katagori on the spt. Sedangkan secara nasional adalah grup Semaki Sanggrahan dengan instruktur (team leader) Atik menjadi pemenang pertama dan grup Bambanglipuro peringkat kedua.

"Pemenang pertama mendapatkan hadiah sebesar Rp3 juta dan pemenang kedua mendapatkan Rp2 juta. Kami memberikan apresiasi khsusus bagi instruktur. Setiap instruktur mendapat hadiaj uang tunai sebesar Rp700 ribu," tandasnya. (Tom)