Hiburan Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 20 Januari 2018 / 13:30 WIB

Konservasi Badak Sumatera dalam Balutan Seni Rupa

KINI para pecinta seni dapat turut berperan dalam upaya pelestarian satwa liar. Sebagaimana Pameran Seni dan Lelang Amal, yang digelar KLHK dan Tim Badakdi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI), di Jakarta, tanggal 19-21 Januari 2018, disini seluruh hasil pelelangan akan disumbangkan untuk program Konservasi Badak Sumatera.

"Kondisi Badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), telah menjadi fokus Pemerintah Indonesia, dengan memasukan badak sumatera sebagai spesies dilindungi, dan target peningkatan populasi sebesar 10% selama tahun 2015-2019. Berbagai kerjasama dengan mitra dan masyarakat, upaya perlindungan, program pengembangbiakan, serta penelitian, telah dilaksanakan untuk melestarikan spesies ini," kata Wiratno, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, saat mewakili Menteri LHK di Jakarta (19/01/2018).

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Didukung The Walt Disney Company, PNRI, dan berbalutkan tema “Harta Karun Tersembunyi Indonesia”, sejumlah karya seni yang terinspirasi dari Badak sumatera ditampilkan disini. Tidak ketinggalan, pada kesempatan ini, Wiratno turut menyumbangkan salah satu koleksi lukisannya untuk dilelang.

Kerjasama pelestarian Badak sumatera telah dilakukan KLHK bersama Tim Badak, yang terdiri dari enam mitra, yaitu International Rhino Foundation (IRF), Yayasan Badak Indonesia (YABI), World Wildlife Fund (WWF), Wildlife Conservation Society (WCS), Forum Konservasi Leuser (FKL), dan Leuser International Foundation (LIF). Salah satu cerita sukses dari kerja bersama ini adalah kelahiran Andatu, Badak Sumatera pertama yang lahir alami pada tahun 2012, disusul dengan kelahiran Delilah di tahun 2016.

“Setiap program Konservasi Badak Sumatera memerlukan pendekatan kolaboratif dan kerja sama, tidak hanya dari institusi atau organisasi, namun juga komunitas dan publik. Kami mengerti bahwa informasi mengenai makhluk yang indah ini sangatlah penting, sehingga mereka dapat mengerti, mencintai, dan mendukung Konservasi Badak Sumatera serta melakukan tindakan kolaboratif untuk mengatasi penurunan ini,” ujar Susie Ellis, Direktur  International Rhino Foundation.

Populasi Badak sumatera di Indonesia terdapat di Taman Nasional (TN) Gunung Leuser, TN Way Kambas, dan TN Bukit Barisan Selatan. Berdasarkan Population and Habitat Viability Assessment (PHVA) tahun 2015, populasi satwa ini diperkirakan sekitar 100 individu.  Keberadaan satwa ini terancam punah akibat perambahan, perubahan fungsi hutan menjadi areal perladangan, pemukiman, perkebunan, tekanan inbreeding dan perburuan.

Pameran seni ini melibatkan seniman Indonesia yaitu, Naela Ali, Diela Maharanie, The Popo, Mochtar Sarman, Reza Mustar, and Citra Marina. Sedangkan dari Disney internasional yaitu Joe Rohde, Morgan Richardson, Zsolt Hormay, dan Paul Hilton. Selain pameran, terdapat kegiatan mendongeng, pemutaran film dokumenter, dan lomba media sosial. Hasil karya seni yang dilelang dapat dilihat pada laman www.charitybuzz.com mulai tanggal 19 Januari sampai 7 Februari 2018. Donasi juga dapat disampaikan melalui https://rhinos.org/timbadak/ untuk program konservasi. (*)