Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 17 Januari 2018 / 18:21 WIB

BI Harap Bank Turunkan Bunga KPR

JAKARTA, KRJOGJA.com - Bank Indonesia (BI) berharap perbankan menurunkan tingkat suku bunga kredit untuk perumahan tahun 2018 ini  bisa turun karena BI juga telah menurunkan tingkat suku hingga Repo Ratenya.

Deputi Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI), Sri Noerhidajati menjelaskan bank sentral tidak bisa memaksa perbankan untuk menurunkan tingkat suku bunganya karena masing-masing bank masih menghitung cost dana pihak ketiga ( DPK) mereka yang cukup tinggi.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Menurut Sri setiap bank memiliki masalah cost DPK yang berbeda dan jumlah dananya juga berbeda.  Biasanya bank besar atau  BUKU 4 dananya lebih kuat sehingga  lebih mudah menekan suku bunga yang lebih rendah.
“ Kan ada bank besarbyang merani memberikan suku bunga kredit KPR hingga 6, 5 persen untuk 3 tahun,” tegasnya.

Sri juga menambahkan,  BI juga berencana memperkuat kebijakan loan to value (LTV) melalui penerapan LTV secara segmen. Hal ini dilakukan untuk mendorong percepatan pertumbuhan kredit properti dalam rangka penyediaan rumah bagi masyarakat Indonesia.

LTV adalah besaran dana yang bisa diberikan bank kepada pemohon kredit untuk membayar uang muka pembelian properti. LTV segmen  artinya mengatur besaran uang muka atau down payment (DP) pada properti rumah tinggal, rumah susun, atau apartemen dan bentuk-bentuk properti spesifik lain. Namun, hal tersebut tampaknya masih lama untuk diimplementasikan karena sejumlah kendala, terutama data yang akurat mengenai harga properti di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Kami sudah lakukan kajian. Tapi data harga properti di Indonesia itu sangat susah yang pas. Jadi kami khawatir nanti kebijakan yang diambil itu enggak tepat," katanya.

Sri menjelaskan, variabel seperti demografi dan kinerja dari wilayah yang akan dilakukan pelonggaran LTV menjadi data yang perlu diperkuat. Hal ini membuat pihaknya masih belum bisa memastikan kebijakan makroprudensial seperti apa yang akan dilakukan tahun ini terkait pelonggaran LTV.

"Akan terus kita lihat perkembangannya, apa yang bisa kami bantu. Tentu kami juga diskusi dengan REI dan Perbanas. Jadi masih kita kaji terus. Nanti kita monitor sampai di mana perkembangannya. Karena datanya harus proper dan akurat," pungkasnya. (Lmg)