Tiner, Komunitas Petani dan Penghobi Buah Tin

Penghobi, petani, kolektor dan pembibit buah tin dalam silahturahmi Tiner di Jogja Ara Garden. (Agung P)

KRJOGJA - Di tengah guyuran hujan, puluhan orang yang merupakan petani dan penghobi buah tin atau buah ara berkumpul di Jogja Ara Garden, Jalan Godean Km 9, Sidokarto Godean, Sleman, Sabtu 18 Juni 2016. Selain melakukan buka bersama, kegiatan ini menjadi ruang bersilahturahmi serta berbagi pengetahuan tentang buah yang disebut buah surga.

"Kegiatan ini baru pertamakali. Harapannya jadi ajang sharing para penghobi, kolektor maupun petani buah tin dimanapun," kata Rifky 'Awank' Budiawan, salah seorang penggagas kopi darat dan buka bersama komunitas tiner. Dikatakan, Rifky, meski acara diinformasikan mendadak dan kondisi hujan namun banyak yang datang diantaranya dari Kota Yogyakarta, Sleman, Salaman Magelang, Wonosari Gunungkidul, Temanggung dan Klaten.

P Catur Pamungkas selaku tuan rumah mengatakan silahturahmi komunitas tiner menjadi ruang belajar bersama-sama. Ibaratnya dengan bertemu dengan banyak orang bisa saling bertukar informasi tentang bagaimana menanam buah tin. "Dengan saling berbagi, seseorang yang ingin menanam buah tin tidak perlu harus memulai dari nol karena memiliki informasi yang benar," ujar pekebun buah tin yang bercita-cita bisa mengekspor buah yang ada dalam kitab-kitab suci agama ini.

Joko Arif Sufiyanto (34) pemilik kebun bibit Jayatani.com yang datang bersama 25 rekannya dari Salaman Magelang mengatakan, ke depan potensi buah tin bukan hanya di jual beli bibit, tapi pada buahnya. Sehingga ia saat ini tidak hanya melakukan produksi bibit buah tin namun juga bagaimana mengebunkan buah tin secara massal.

"Dalam beberapa tahun ke depan, jual beli bibit pohon tin masih bagus. Namun ke depan harus mulai dipersiapkan untuk memproduksi buah secara massal," kata pria yang tengah membangun green house untuk pohon yang banyak memiliki manfaat untuk kesehatan ini. Pohon tin tidak hanya bernilai ekonomis saja, nilai lebihnya daunnya juga bisa dimanfaatkan untuk jadi teh kesehatan. Begitu juga dengan getahnya.

Pembibit yang juga petani tin lain dari Salaman Magelang, Asep Sofyandi (28) mengatakan selama ini komunikasi antara penghobi, petani maupu kolektor pohon atau buah tin lebih banyak melalui media sosial. Diakui, Asep, masih sedikit yang mengebunkan buah tin secara massal. Padahal di luar negeri, buah yang kaya manfaat ini sudah dikebunkan secara modern antaralain di Malaysia, Jepang, Amerika serta negara-negara Eropa. (Agung P)

Tulis Komentar Anda