Jateng Editor : Ivan Aditya Rabu, 10 Januari 2018 / 20:45 WIB

Terowongan Misterius Ditemukan di Baki

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Sebuah terowongan diduga merupakan cagar budaya ditemukan di wilayah Dukuh Siwal, Desa Siwal, Kecamatan Baki. Diduga terowongan peninggalan jaman kerajaan tersebut tembus ke Kraton Pajang di wilayah Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura atau sepanjang sekitar lebih dari satu kilometer.

Sekretaris Desa (Sekdes) Siwal, Baki Yusuf Efendi mengatakan, terowongan yang dikenal warga dengan terowongan robos sudah lama ada, bahkan keberadaanya diduga sudah puluhan tahun lalu. Meski tahu ada sebuah terowongan di wilayahnya namun warga tidak berani untuk memasukinya, terowongan tersebut dibiarkan begitu saja dan tidak terawat.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Kondisi terowongan sendiri sekarang dipenuhi tanaman liar dan lumpur. Ukuran terowongan sendiri cukup lebar dan dapat dimasuki manusia. Letaknya sendiri berada didekat sungai dan areal persawahan di wilayah Siwal, Baki.

“Tidak ada warga yang tahu pasti tentang terowongan ini bagaimana terbentuk. Warga hanya tahu merupakan terowongan peninggalan jaman kerajaan,” ujarnya.

Menurut cerita warga terowongan di Siwal, Baki tembus ke Keraton Pajang, Makamhaji, Kartasura yang jaraknya lebih dari satu kilometer. “Soal benar atau tidak tembus ke Keraton Pajang belum ada warga yang bisa membuktikan. Sebab tidak ada warga yang berani masuk ke dalam terowongan,” lanjutnya.

Yusuf Efendi mengatakan, dalam sejarahnya beberapa tahun lalu pernah ada warga yang berusaha masuk ke dalam terowongan. Namun kemudian kembali lagi dan tidak berani meneruskan perjalanan sampai ujung terowongan karena ketakutan. Kondisi di dalam terowongan gelap gulita tanpa ada cahaya sedikitpun.

Pihak Desa Siwal, Kecamatan Baki sudah melaporkan temuan terowongan tersebut ke petugas terkait. Harapannya dilakukan penelitian terhadap terowongan tersebut, dengan demikian maka akan jelas tentang keberadaan terowongan.

“Warga ketakutan masuk dalam terowongan. Takut ada hewan buas dan ada cerita mistis juga. Jadi butuh petugas resmi untuk meneliti,” lanjutnya.

Keberadaan terowongan tersebut juga akan dimanfaatkan pihak Desa Siwal, Kecamatan Baki sebagai objek wisata sejarah. Namun pengelolaanya butuh sentuhan dari petugas resmi. (Mam)