Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 10 Januari 2018 / 11:19 WIB

Anak Jadi Cawagub Jateng, Ini Komentar Mbah Maemun

REMBANG, KRJOGJA.com - Kiai kharismatik yang juga selaku Ketua Dewan Syariah DPP PPP KH Maemun Zuber (Mbah Maemun) menegaskan, dirinya mendukung pasangan Ganjar Pranowo – Taj Yasin sebagai calon Gubernur (Cagub) dan calon wakil Gubernur (Cawagub) Jateng, bukan karena Taj Yasin adalah anaknya, tetapi karena harus ada kelanjutan pembangunan di Jateng.

Hal itu disampaikan Mbah Maemun Zuber saat menerima pasangan Cagub dan Cawagub Ganjar Pranowo – Taj Yasin di kediakan di Sarang, Rembang, Selasa (10/1). Mbah Maemun menegaskan Yasin maju atau tidak mendampingi Ganjar Pranowo, dirinya tetap pada Ganjar Pranowo.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

BACA JUGA :

Ganjar Pranowo 'Kantongi' Rekomendasi PDIP, Warga Purworejo Cukur Kuncung

Gagal Dapat Rekom Cagub, Bupati Musthofa Siap Menangkan Ganjar

"Saya tidak pernah ingin Yasin maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng, tetapi karena ini perintah partai, maka harus saya laksanakan. Mendampingi Pak Ganjar, Yasin harus sami’na watho’na,” tegas Mbah Maemun.

Ulama karismatik ini memberikan banyak wejangan kepada pasangan Ganjar-Yasin. Mbah Maemun minta kepada Ganjar agar melanjutkan kepemimpinan di periode kedua dengan melanjutkan program yang baik, dan memperbaiki program yang kurang baik.  

"Gubernur sebaiknya menuntaskan tugas. Kalau jabatan pertama itu hanya sebagai pembuka, jadi belum ada keesempurnaan. Sama dengan Tuhan membuat bumi empat hari tapi dibagi dalam dua tahap. Ahad Senin mengumpulkan bahan dan menyediakan pembangunan pertama, disempurnakan Selasa Rabu. Untuk itu masyarakat Jateng diminta untuk memberi kesempatan kepada Ganjar menjadi gubernur kedua kalinya untuk menyelesaikan tugasnya,” tutur Mbah Maemun.  

Ganjar – Yasin juga diminta mewaspadai kemungkinan munculnya fitnah atau black campaign yang biasanya muncul menjelang Pilkada. Ketika fitnah terjadi, Ganjar-Yasin harus bisa mensikapinya dengan bijaksana.

Menanggapi pesan-pesan Mbah Maemun, Ganjar Pranowo mengatakan terlebih dulu akan menata hati dengan amanah yang tidak mudah ini. Apalagi dalam kontestasi politik ada yang membuat suka dan ada yang tidak suka. 

"Hal tersebut harus dikelola dengan betul agar tidak menyakiti orang lain, dan pesan-pesan Mbah Maemun menurut saya merupakan pesan kebangsaan yang luar biasa dalam kontestasi demokrasi yang liberal seperti ini," ujarnya. (Bdi)