DIY Editor : Ivan Aditya Senin, 01 Januari 2018 / 16:43 WIB

Ratusan Kilogram Sampah Malam Tahun Baru Berhasil Dikumpulkan

YOGYA, KRJOGJA.com - Usai perayaan malam tahun baru di Malioboro, Gerakan Jogja Garuk Sampah (JGS) langsung bergerak membersihkan sampah yang dibuang sembarangan. Tidak tanggung-tanggung, tercatat 69 anggota langsung turun ke jalan dan memunguti sampah yang berada di  Malioboro. Usai menyusuri kawasan tersebut dari arah utara menuju selatan mereka pun berhasil mengumpulkan sampah dalam 32 trashbag dan 8 tempat sampah ukuran 120L/60kg.

Koordinator JGS Bekti Maulana (20) mengungkapkan, giat pengamanan sampah pergantian tahun 2018 ini pihaknya tidak sendiri. Turut pula berpartisipasi dari berbagai komunitas yang peduli terhadap lingkungan, diantaranya BSS IST Akprind, Kophi Yogya, Jogja Berkebun, Earthour Jogja, Pepelingsih dan Great of Yogyakarta.

"Anggap saja apa yang dilakukan teman-teman relawan ini sekadar untuk meringankan beban para petugas penyapu jalan dan juga sebagai wujud kecintaan kita terhadap kota Yogya," ujarnya kepada KRjogja.com, Senin (01/01/2018).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 21.00 WIB ini tidak semata-mata untuk membersihkan sampah. Tampak para relawan terus berjalan mendekati gerombolan wisatawan untuk mengajak peduli terhadap lingkungan, setidaknya dengan membuang sampah pada tempatnya atau menyimpan sampahnya terlebih dahulu ketika tidak menemukan tempat pembuangan.

"Kami juga memanfaatkan papan poster himbauan dan ajakan untuk membuang sampah pada tempatnya serta himbauan lisan melalui megaphone alias pengeras suara," tuturnya.

Divisi humas JGS Chairul fatoni (26) mengimbuhkan, para relawan tidak hanya memungut sampah tetapi  juga melakukan pemilahan terhadap sampah, seperti dapat didaur ulang atau tidak. Usai melakukan itu, sampah yang bernilai ekonomi diberikan kepada pemulung untuk menambah penghasilannya.

“Total 32 trashbag, 20 kantong sampah residu dan 12 kantong yang isinya botol minuman serta 8 tempat sampah ukuran 120L/60kg. Setelah terpilah itu sampah berupa botol-botol kami serahkan kepada pemulung yang berada di sekitar lokasi," tegasnya.

Meskipun saat beraksi memungut sampah para wisatawan cenderung cuek. Chairul sangat mengapresiasi kepada wisatawan yang turut pula berpartisipasi. Beberapa kali, pengunjung yang usiaya lebih tua pun menyemangati para relawan, bahkan ada pula yang menawarkan makan.

"Saya salut ada anak seusia mahasiswa baru dari Semarang. Mereka ikut garuk dadakan, minta trashbag dan ngumpulin 1 trashbag full plastik-plastik jajanan," pungkasnya. (Mg-10)