PAMERAN PATUNG 'MENANDAI INDONESIA'

Pengingat Perjalanan Perjuangan Bangsa

Ilustrasi (Foto:Doc)

YOGYA, KRJOGJA.com - Sosok teladan Panglima Besar (Pangsar) Jenderal Sudirman yang sedang ditandu 14 prajuritnya dihidupkan kembali melalui pahatan patung karya Yusman. Dipamerkan di Alun-Alun Utara, belasan patung monumental setinggi empat meter itu bisa disaksikan publik sejak, Rabu (20/12/2017).

Karya Yusman, seorang perupa asal Sumatera Barat yang lama tinggal di Yogya tersebut merupakan replika dari Monumen Mempertahankan NKRI di Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Cilangkap Jakarta Timur. Alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu memang spesialis pembuat patung-patung bernilai patriotisme.  

Bahkan, patung di sejumlah museum atau monumen perjuangan di Indonesia sebagian besar merupakan karyanya, seperti yang ada di Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat di Makassar dan monumen di Kecamatan Nawangan Jawa Timur. Tidak hanya itu, ia juga memamerkan sejumlah patung pahlawan di Jogja Gallery yang masih berada di sekitaran Alun-Alun Utara.

"Karya Yusman ini bukan semata-mata patung realis atau kontemporer pada umumnya, tetapi patung-patung itu adalah pengingat bagi kita atas perjalanan perjuangan bangsa Indonesia," ujar Direktur Eksekutif Jogja Gallery, KRMT Indro Kimpling Suseno dalam sambutannya.

Yusman, lanjut Kimpling, mengingatkan publik tentang perjuangan pahlawan Indonesia untuk merebut kemerdekaan yang kala itu masih dalam belenggu penjajahan. Konsistensi Yusman untuk lebih mempelajari detail wajah dan ekspresi berbagai sosok pahlawan, pemuka adat maupun sosok lainnya memberikan rasa berbeda kepada siapa saja yang melihatnya.

"Patung Pangsar Jenderal Sudirman dalam berbagai pose itu memberikan bukti kuat bagaimana sosok Sudirman berjuang dan sangat keras melawan penjajah tanpa mementingkan kepentingan pribadi serta keluarga," paparnya lagi.  

Ia menambahkan walaupun saat ini berada di era milenial, sesungguhnya kita tetap memerlukan sosok berjiwa pahlawan, negarawan dan pejuang sejati untuk menegakkan harkat dan martabat bangsa.

Kurator pameran, Drs Suwarno Wisetrotomo MHum dalam catatannya mengatakan, Yusman merupakan contoh menarik untuk membicarakan perihal seni, seniman dan kekuasaan, dipraktikkan dan bagaimana ketiganya saling bertautan.(M-1)

Tulis Komentar Anda