DIY Editor : Danar Widiyanto Rabu, 13 Desember 2017 / 05:30 WIB

DIY Siapkan BTT Rp 33,5 M, Status Tanggap Darurat Dikaji

YOGYA, KRJOGJA.com - Pemda DIY dan Pemkab/Pemkot se-DIY menyiapkan Biaya Tak Terduga (BTT) Rp 33,5 miliar untuk menyikapi bencana yang berpotensi muncul di musim hujan hingga Desember 2017. Status kebencanaan tanggap darurat di DIY yang berakhir 14 Desember 2017 akan dikaji kembali untuk diperpanjang, ditingkatkan atau bagaimana.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Krido Suprayitno mengatakan, Dana Siap Pakai (DSP) masih dihitung, pihaknya masih mendata skema BTT dari APBD DIY dan Kabupaten/Kota karena diluar itu akan masuk DSP. Kucuran DSP ini dalam konteks untuk pemulihan pada 2018 karena BTT harus diselesaikan pada tahun anggaran yang sama.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

"Penambahan anggaran untuk bencana dari DIY maupun kabupaten/kota untuk BTT yang semula tidak ada menjadi ada sebesar Rp 33,5 miliar. Anggaran BTT tersebut tersebar dan besarannya berbeda-beda di setiap kabupaten/kota sesuai kemampuan," ujar Krido di Yogyakarta, Selasa (12/12/2017).

Krido menyampaikan, dana BTT dari APBD tersebut bisa digunakan hingga Desember 2017 sehingga diharapkan bupati/wakilota bisa mengoptimalkan penggunaan anggaran tersebut. Sebelumnya telah disampaikan total kerugian dan kerusakan akibat bencana dinominalkan mencapai Rp 200 miliar, sehingga tidak cukup hanya menggunakan dana BTT tersebut.
Dengan skema anggaran yang telah ada, tetap diutamakan penanganan darurat transisi pemulihan yang nantinya menggunakan DSP dan APBD 2018. BPBD DIY telah menyiapkan anggaran Rp 17 miliar pada 2018.

"Sesuai keputusan Gubernur DIY, status tanggap darurat masih diberlakukan hingga 14 Desember 2017. Kami akan kembali mengkaji status tanggap darurat bencana di DIY apabila masa berlaku selama 14 hari telah berakhir. Jika data lapangan menuntut status kebencanaan ditingkatkan perlu dikaji dengan dukungan data dari BMKG," imbuh Krido.

Penjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi, Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DIY Muhammad Mansyur menjelaskan, pihaknya akan menangani perbaikan jalan dan jembatan serta talut-talut yang rusak, tetapi dengan keterbatasan anggaran yang ada hanya akan ditangani untuk darurat. Contohnya apabila jembatan perlu rehabilitasi dan tidak bisa dikerjakan tahun ini maka akan ditutup untuk kendaraan roda empat agar tidak membahayakan. Sedangkan talut-talut yang rusak bisa ditangani dengan dana darurat.

"Kami baru menggunakan dana darurat Rp 3 miliar untuk 2017 ini, tetapi untuk estimasi dana rekontruksinya bisa mencapai Rp 30 miliar karena ada perbaikan-perbaikan jembatan yang krusial dan menjadi kewenangan Pemda DIY. Kita tetap mengedapankan hal-hal prioritas dan sifatnya langsung pelayanan kepada masyarakat atau fasilitas publik," papar Mansyur.

Berdasarkan inventarisasi dan pendataan Disdikpora DIY, total kerugian di bidang Dikpora sekitar Rp 2,5 miliar. Kerusakan bangunan yang tergolong cukup parah terjadi di SMK Tanjungsari Gunungkidul. Sementara untuk sekolah lain kerusakan lebih banyak terjadi pada pagar, komputer, mebel serta fasilitas pendukung lainnya. Sekolah yang terkena bencana sudah kami usulkan untuk mendapatkan dana tanggap darurat.

"Supaya penanganannya bisa cepat dan tepat sasaran, kami berbagi dengan kabupaten/kota. Kebetulan Mendikbud juga sudah meninjau lokasi bencana dan berkomitmen membantu beberapa sekolah. Karena itu Disdikpora DIY akan kembali melakukan inventarisasi dan pembagian lagi, supaya tidak terjadi tumpang tindih," kata Kepala Disdikpora DIY K Baskara Aji.

Menurut Baskara Aji, meski banyak sekolah terdampak banjir dan komputernya terendam air, tapi optimis tidak akan mengganggu kesiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Karena kerusakan komputer paling banyak terjadi di SMK Pajangan yang jumlahnya mencapai 100 unit saja masih bisa diatasi. Jadi persoalannya lebih pada laboratorium komputer yang harus dipakai secara bergantian.

"Supaya saat pelaksanaan UNBK semuanya sudah siap, kami targetkan pembangunan bisa dimulai awal tahun. Sehingga dalam dua atau tiga bulan ke depan semuanya sudah beres. Karena dari beberapa kerusakan yang ada yang membutuhkan waktu agak lama hanya SMK Tanjungsari," tambahnya.(Ira/Ria)