Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 10 Desember 2017 / 06:56 WIB

BANDARA NYIA KULONPROGO

Pembangunan Infrastruktur Butuh Pengorbanan

JAKARTA.KRJOGJA.com - Pembangunan infrastruktur, seperti bandara, jalan dan pelabuhan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tapi, acapkali pembangunan infrastruktur publik terhambat pembebasan lahan. 
 
"Padahal mau tak mau, pembangunan infrastruktur membutuhkan pengorbanan rakyat. Karena kalau tidak seperti itu, tak akan ada infrastruktur untuk publik," kata pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan, Sabtu (09/12/2017) menanggapi masih terhambatnya pembangunan infrastruktur bandara di Kulonprogo Yogyakarta, karena pembebasan lahan.
 
Menurut Ahmad Bakir,  pembangunan infrastruktur berskala besar, seperti bandara, jalan atau pelabuhan, memang mau tak mau harus mengorbankan lahan yang dimiliki publik. "Tapi yang penting, mereka yang tergusur, nasibnya tetap diperhatikan. Dan, mereka juga dapat ganti rugi yang layak," ujarnya.
 
Seperti diketahui proyek pembangunan bandara di Kulonprogo Yogyakarta, masih mendapat hambatan. Pasalnya, ada puluhan kepala keluarga yang bertahan tak mau direlokasi. 
 
Ahmad Bakir berharap, ada win win solution atas permasalahan tersebut. Kuncinya pada komunikasi pemerintah dengan mereka yang masih tetap bertahan. 
 
Ahmad Bakir meyakini, bila warga yang belum mau direlokasi diberi pemahaman dan diajak dialog, akan ada win win solution. "Jangan sampai kemudian, kepentingan yang lebih besar terbengkalai. Tinggal bagaimana dampak itu bisa diterima dengan cara win win solution," katanya.
 
Selain itu, diperlukan dialog dan negosiasi yang intens dengan warga dengan melibatkan tokoh-tokoh berpengaruh untuk memberikan pemahaman tentang urgensi pembangunan infrastruktur. "Bisa jadi, mereka yang belum mau pindah,  menganggap pembangunan infrastruktur tidak terlalu penting dibandingkan dengan pemenuhan hidup yang mereka butuhkan dan dirasakan langsung," tuturnya.
 
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjanji akan mengumpulkan stakeholder dan pihak-pihak yang terlibat pembangunan bandara untuk mencari jalan yang terbaik. "Pembebasan tanah pasti ada pro kontra, pemerintah sangat hati-hati. Tapi kalau lihat Permen untuk pembebasan tanah sudah begitu toleran, dan ada proses konsinyasi dan sudah dilakukan," jelasnya.
 
Menhub mengingatkan, kehadiran bandara di Kulon Progo sangat penting untuk memajukan ekonomi di Yogyakarta dan mendukung Yogyakarta menjadi destinasi kedua, setelah Bali. "Yogja ini kalau dapat bandara Kulonprogo ini luar biasa. Kebangkitan ekonomi yang akan timbul ini luar biasa," ujarnya. (Imd).