Perjalanan

Puncak Merapi dari Merbabu

SAYA sering mempertanyakan tentang sebuah keindahan sebuah karya, baik senirupa maupun fotografi yang juga menjadi sorotan saya akhir-akhir ini. Namun saya sadar, bahwa karya seni tidak hanya dapat dinikmati dari keindahannya semata, melainkan dapat dilihat dari banyak hal. Misal dari cerita dibalik karya tersebut.

Seperti karya saya kali ini, mungkin sekilas hanya sebuah karya lanskap biasa yang dibalut dengan kesan artsy, namun bagi saya semua itu tidak biasa-biasa saja. Foto-foto yang saya bangun dengan eksperimen redscale menggunakan Toycam tersebut tidak semata-mata hanya memberikan kesan artsy--yang akhir-akhir ini julukan tersebut sering keluar masuk telinga saya.

Namun, saya ingin bercerita tentang usaha saya dan teman-teman saya yang untuk pertama kalinya mendaki sebuah gunung. Selain itu, saya juga ingin membuktikan bahwa ada sebuah rahasia yang tersimpan rapat-rapat di tempat yang sulit dicapai. Rahasia tersebut adalah sebuah kenikmatan yang dirasakan atas usaha-usaha yang dicapai sebelumnya.

Saya benar-benar merasakan kenikmatan itu melebihi kenikmatan-kenikmatan yang sebelumnya pernah saya rasakan. Karya ini juga menjadi sebuah bahan reflektif bagi saya, karena dengan menonton karya-karya tersebut, saya teringat dengan usaha saya bersama mereka untuk terus melangkah sampai titik puncak Gunung Merbabu.

Alwan Brilian Dewanta, Antropologi Budaya UGM 2015,
Instagram: alwanbrilian / ruanglepas

 

Menuju puncak

Sabana 1

Sabana 2

Puncak Kentheng Songo

Rehat

 

Selfie

 

Tulis Komentar Anda