Kemitraan Peternak Rakyat dan Industri Dukung Ketahanan Pangan

ilustrasi (Okezone.com)

JAKARTA, KRJOGJA.com - Susu mejadi komoditas pangan penting karena sebagai sumber protein yang baik bagi pemenuhan kebutuhan gizi balita. Selain itu, penguatan derajat kesehatan masyarakat dan meningkatkan kecerdasan bangsa Indonesia.

Saat ini industri peternakan sapi perah terkendala beberapa masalah, mulai dari produktivitas susu sapi yang rendah, pemilihan sapi perah yan masih di bawah skala ekonomis sampai neraca susu nasional yang tidak berimbang.

Kebutuhan ada di angka 4,5juta ton, tidak diimbangi oleh  produksi lokal yang baru mencukupi 864,6ribu ton (19%). Akibatnya impor susu juah lebih besar atau berada di kisaran 3,65 juta ton (81%) dalam bentuk Skim Milk Powder (SMP) Whole Milk Powder (WMP), Anhydrous Milk Fat (AMF) Butter Milk Powder (BMP).
 
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar, Direktorat Jenderal Industri Agro Abdul  Rochim menggarisbawahi bahwa pola kemitraan perlu didorong untuk membangun industri susu yang kondusif. 

"Pasokan Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan, baik untuk konsumsi maupun bahan baku industri, namun bisa perlahan-lahan diatasi dengan mendorong kemitraan antara indusri pengolahan susu dengan koperasi maupun kelompok peternak," kata ABDUL Rachim.

Pemerintah, kata Abdul Rachim dalam hal ini Kementerian Perindustrian tengah merancang kebijakan untuk mencapai target rasio Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) vs Susu Impor menjadi 40:60 di tahun 2021,” tambah beliau.
 
Ketua Asosiasi Peternakan Sapi Perah Indonesia Agus Warsito menyambut baik program pemerintah ini. Kemitraan dengan industri merupakan pintu masuk bagi peternak dalam negeri untuk menuju modernisasi cara beternak secara baik dan benar.

"Kemitraan bisa menjamin kualitas produk yang memenuhi syarat SNI dan standar yang diharapkan oleh industry.   Pada akhirnya peternak menjadi sejahtera karena harga susu dijual ke pabrikan pun bisa lebih tinggi," tandas Agus. (*)

Tulis Komentar Anda