DIY Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 16 November 2017 / 19:07 WIB

K-24 Indonesia Bantah Tipu Pewaralaba

YOGYA, KRJOGJA.com - Rabu (15/11/2017) kemarin muncul pernyataan kuasa hukum Retno Rosyati, warga Bantul yang mengaku mengalami dugaan penggelapan dan penipuan saat melakukan investasi apotek berjejaring beberapa tahun silam. 

Kuasa hukum atasnama Bedi Setiawan menyatakan kliennya mengalami kerugian hingga Rp 1,5 miliar akibat hal tersebut.  PT K-24 Indonesia di mana Gideon Hartono selaku Direktur Utama menjadi terlapor Kamis (16/11/2017) memberikan keterangan pada wartawan terkait permasalahan yang sebenarnya terjadi. 

Melalui Grace A Senggu SH Head of Legal Departement, PT K-24 Indonesia menyampaikanpermasalahan investasi apotek berjejaring ini sebenarnya hanya berkaitan dengan perijinan saja. 

Menurut dia, perijinan pendirian apotek di Gombong Jawa Tengah cukup lama turun di mana pihak Retno tak dapat mengajukan ijin sehingga harus dibantu PT K-24 Indonesia. 

"Padahal seharusnya pewaralaba yang mengurus perijinan namun kami tetap bantu agar bisa turun. Namun sebelum ijin turun kami sudah dilaporkan ke polisi, meski kemudian Polda DIY memutuskan tidak ada unsur pidana,” ungkapnya. 

Apotek juga menyangkal adanya dugaan aliran dana yang masuk ke rekening pribadi Gideon Hartono senilai Rp 425 juta yang digunakan untuk kepentingan pribadi. 

"Kami juga memahami posisi Bu Retno, namun kami jelaskan bahwa total dana yang masuk ke perusahaan Rp 517 juta dan itu termasuk ke rekening Pak Gideon yang sebenarnya sudah jadi rekening perusahaan karena nantinya uang tersebut kembali pada investor dalam bentuk interior dan eksterior, jadi tidak ada penggelapan," sambungnya. 

PT K-24 Indonesia menurut Grace memilih menyikapi kasus tersebut dengan lebih tenang. Terlebih, pihaknya juga telah melaporkan Retno atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik. 

“Kami menyerahkan pada pihak kepolisian termasuk laporan kami tekait fitnah dan pencemaran nama baik yang saat ini masih ditangani Polda DIY. Kami tidak ingin kasus ini menjadi gaduh karena belum ada keputusan yang pasti dari polisi,” ungkapnya lagi.  (Fxh)