Gaya Hidup Agregasi    Selasa, 17 Oktober 2017 / 04:50 WIB

Mewarnai Rambut Lebih dari 6 Kali Setahun, Waspada Kanker Payudara

HAMPIR setiap perempuan menganggap rambut adalah mahkota yang harus selalu dijaga. Mulai dari model hingga warna rambut terkadang menjadi perhatian khusus. Jika Anda termasuk orang yang senang bergonta-ganti warna rambut, tampaknya ada hal yang harus dipertimbangkan lebih dalam.

Seorang ahli bedah payudara mengatakan, perempuan disarankan untuk mewarnai rambut mereka tidak lebih dari enam kali selama setahun. Hal itu lantaran mewarnai rambut ada kaitannya dengan risiko kanker payudara. Selain itu, untuk menurunkan risiko, perempuan yang mewarnai rambut juga disarankan merawat rambutnya menggunakan ramuan alami.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

“Perempuan harus mengurangi paparan pewarna sintetis. Gunakan ramuan seperti henna, rose hip, dan bit sebagai gantinya. Sebab, 14% perempuan yang sering menggonta-ganti warna rambutnya lebih mungkin menderita kanker payudara,” tutur Profesor Kefah Mokbel dari Princess Grace Hospital, London seperti yang dikutip dari Daily Mail, Senin (16/10/2017).

Dari hasil penelitiannya Profesor Kefah mendapatkan kesimpulan paparan pewarna rambut menyebabkan risiko kanker payudara. Walaupun kesimpulannya memerlukan penelitian lebih lanjut, profesor tersebut tetap menyarankan agar perempuan mewarnai rambut dua sampai enam kali per tahun. Selain itu, mereka juga harus menjalani skrining payudara reguler mulai dari usia 40 tahun.

“Lebih baik kaum perempuan memilih pewarna rambut yang mengandung konsentrasi amina aromatik minimum atau kurang dari 2%. Memang diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengklarifikasi hubungan antara pewarnaan rambut dengan risiko kanker payudara agar bisa menginformasikan hal ini kepada kaum perempuan dengan lebih baik,” tambah Profesor Kefah.

Sementara itu, Sanna Heikkinen dari Finnish Cancer Registry mengatakan, “Dalam penelitian yang kami lakukan, kami memang mengamati hubungan statistik antara penggunaan pewarna rambut dengan risiko kanker payudara. Akan tetapi, hasil penelitian tidak mungkin menunjukkan hubungan klausal sejati antara keduanya.

Mungkin saja perempuan tersebut juga menggunakan produk kosmetik lain yang kandungan kimianya lebih banyak dibanding pewarna rambut. Atau bisa juga ada perempuan yang tidak mewarnai rambutnya tapi menggunakan kosmetik yang berbahaya.” (*)