Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 09 Oktober 2017 / 19:20 WIB

Kurangi Napi Kabur, Kemkum HAM Sebar 14 Ribu Pejaga Lapas Baru

JAKARTA, KRJOGJA.com - Kasus yang berkaitan dengan kaburnya narapidana menjadi perhatian serius Kementerian Hukum dan HAM. Karena itu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly berharap bahwa dengan masuknya 14.000 penjaga baru ke lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia dapat menghilangkan angka narapidana kabur dari penjara.

"Kalau nanti kita sudah dapat 14 ribu (penjaga baru Lapas), jangan sampai tahanan masih lari juga," kata Yasonna dalam telekonferensi dengan jajaran Kantor Wilayah Kemenkum dan HAM di Jakarta, Senin (09/10/2017).

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Dia menandaskan, tidak ada alasan atau pembenaran kita mengatakan, korelasi antara SDM dengan (tahanan kabur). "Nggak ada lagi. Itu unforgivable, bahasa Inggris-nya. Tidak bisa dimaafkan," kata Yasonna seraya menyebutkan, sebanyak 14.000 penjaga baru Lapas juga diharapkan mengikis praktik pungli dan kongkalikong petugas lapas dan napi seperti yang terjadi selama ini.

"Jadi keberadaan mereka diharapkan mampu menjadi darah segar bagi reformasi di Lapas," tutur Yasonna. 

Karena itu, ujarnya, setelah mendapatkan para PNS hasil tes seleksi 2017, Kemenkum dan HAM akan mengadakan pelatihan khusus bagi mereka yang bakal dijadikan petugas baru di Lapas. Untuk itu program pelatihannya harus benar. 

Terkait hal itu, ia mengatakan, pihaknyi akan cari anggarannya. "Dan kami yakinkan Ibu Menkeu bahwa memang kita membutuhkan pelatihan yang benar. Integritas, kemampuan menaati SOP, motivasi, harus kita berikan kepada anak-anak ini," tegas Yasonna.

Mengenai program pelatihan itu, ia yakin benar-benar menghasilkan penjaga Lapas yang berintegritas. Pasalnya, selain mendapatkan pelatihan yang benar karena dilatih oleh TNI Angkatan Udara, Kemenkum dan HAM akan menempatkan mereka dalam jumlah banyak di setiap Lapas.

Dalam perhitungan Yasonna, jika yang masuk hanya satu-dua orang, mereka akan tenggelam, dipengaruhi oleh senior-seniornya melakukan tindakan-tindakan lama. "Namun, karena ini jumlahnya besar, diharapkan mereka menjadi darah segar baru untuk mempengaruhi yang lain," harapnya.  (Ful)