Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 18 September 2017 / 18:08 WIB

Bupati Temanggung Usulkan RUU Rokok Kretek

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Pemerintah Kabupaten Temanggung berencana mengajukan Rancangan Undang-Undang Rokok Kretek pada pemerintah pusat untuk kemudian disampaikan ke DPR RI untuk dibahas. Saat ini RUU tersebut masih dalam tahap penyelesaian akhir. Sedangkan kontak dengan Presiden telah intensif dilakukan. 

" Kami perlu regulasi tentang Rokok Kretek untuk melindungi petani tembakau di Temanggung ," kata Mulyadi Bambang Sukarno pada pantauan pembelian tembakau rajangan di sejumlah gudang perwakilan pabrik rokok di Temanggung, Senin (18/9)

Pada pantauan itu, kualitas dan kuantitas tahun ini sangat bagus dengan harga yang tinggi. Di Gudang Garam dan PT Djarum telah mencapai Rp 150 ribu per kilogram dengan kualitas (totol ) D. Luasan tanam mencapai 16.100 hektare dan panen telah mencapai pada kisaran 50 persen. Pada para greder, Bambang berpesan untuk  dapat membeli tembakau sesuai dengan kualitas dan petani untuk tidak mencampurkan benda asing ke tembakau rajangan. 

Bupati menjelaskan Indonesia sebagai penghasil tembakau terbaik dan khusus untuk bahan dasar rokok kretek yang merupakan rokok asli dan khas Indonesia. Maka itu eksistensi rokok kretek harus di lindungi, agar tidak tergerus dengan industri rokok lain. " Ada hubungan khusus antara rokok kretek dan tembakau, perlindungan pada rokok kretek berarti juga melindungi tembakau dan para petani," katanya.

Dia mengemukakan penyusunan RUU Rokok Kretek telah dilakukan dalam lima tahun lalu, yakni sejak dirinya masih menjadi Ketua DPRD Temanggung dan lalu dipercaya sebagai menjadi bupati. RUU Rokok Kretek ini lebih spesifik dibanding Undang-undang Pertembakauan. Ditarget akhir tahun ini selesai untuk disampaikan pada Presiden Jokowi. (Osy)