DIY Editor : Danar Widiyanto Selasa, 05 September 2017 / 06:36 WIB

Mitigasi Bencana NYIA Segera Disiapkan

YOGYA, KRJOGJA.com - PT Angkasa Pura I (Persero) tinggal selangkah lagi menunggu selesainya proses pengerjaan Detailed Engineering Design (DED) proyek pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta Baru/New Yogyakarta International Airport (NYIA). Pihaknya melakukan fast track secara bertahap dengan pembersihan lahan (land clearing) bandara sambil menunggu izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang diharapkan turun 10 hari ke depan, agar pembangunan konstruksi bisa segera dilakukan.

Direktur Teknik PT AP I, Polana Banguningsih Pramesti mengatakan, pihaknya tidak menangani masalah pengerjaan DED NYIA tersebut. Namun AP I senantiasa melakukan komunikasi dengan instansi terkait lainnya dan sudah diputuskan pekan lalu, termasuk pengerjaan DED secara bertahap.  

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

"Akan ada kejelasan relokasi dan sebagainya yang dibahas secara teknis dengan instansi teknis, semisal Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Dinas Perhubungan DIY dan sebagainya, serta seminimal mungkin tidak perlu membebaskan tanah. Kira-kira sudah 70 persen DED yang dikerjakan secara bertahap" ujar Polana usai bersilahturahmi dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan Yogya, Senin (4/9/2017).

Polana menyampaikan, pihaknya sekaligus berharap dapat segera mengantongi izin Amdal dalam jangka waktu 10 hari ke depan. Setelah Amdal disetujui, akan keluar izin lingkungannya. AP I juga telah menyiapkan mitigasi bencana seperti jalur evakausi, bangunan untuk evakuasi dan sebagainya. Kesiapan sarana dan prasarana mitigasi bencana di NYIA tersebut sudah melalui kajian bersama BMKG, tim ahli gempa dan tsunami serta sudah disesuaikan potensi bencananya.  

"Kami sudah menyiapkan mitigasi bencana di dalam area NYIA sesui IPL yang AP I kantongi. Sedangkan di luar bandara, mitigasi telah disiapkan sarana dan prasarananya ditanggung Dinas PUP-ESDM DIY," tegas Polana.

Project Manager Kantor Proyek Pembangunan Bandara NYIA PT AP I, Sujiastono menambahkan, DED pembangunannya sudah hampir final tinggal menyelesaikan beberapa target sejumlah koridor di NYIA agar sesuai budaya di DIY.
Pengadaan tanah bandara memang masih menyisakan konsinyasi sekitar 4 persen yang perlu dipercepat dan perku koordinasi dengan Pengadilan Tinggi, Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung (MA).

Asisten Perekonomian Pembangunan Kabupaten Kulonprogo Triyono menyatakan, relokasi warga yang terdampak NYIA prosesnya masih terus berlangsung. Untuk proses relokasi semuanya sudah dibangun, tapi belum sepenuhnya selesai. Pihaknya menargetkan pada September 2017 ini, prosesnya sudah selesai.

"Kami menargetkan untuk relokasi mandiri bisa diselesaikan dalam September ini. Adapun untuk magersari harapannya bisa diselesaikan dalam akhir tahun ini, supaya tidak melebihi tahun anggaran," kata Triyono.

Triyono menambahkan, supaya proses relokasi selesai tepat waktu, pihaknya terus berkoordinasi dan komunikasi dengan Pemda DIY maupun Angkasa Pura. Harapannya, selain relokasi bisa segera diselesaikan, adanya kendala yang ada di lapangan bisa segera diselesaikan.(Ira/Ria)