Jateng Editor : Danar Widiyanto Rabu, 09 Agustus 2017 / 13:55 WIB

Beasiswa Pemkab, Sarjana Boyolali Berkesempatan Kuliah Inggris dan Swiss

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Pemkab Boyolali kembali membuka peluang bagi warga Boyolali untuk kuliah S2 di luar negeri. Setelah sebelumnya menjalin kerjasama dengan ‎University of Gloucestershire (UOG) di Inggris, Pemkab juga sudah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Indonesia International Institute for Life Sciences (I3L) di Jakarta dan University of Applied Sciences and Arts Northwestern (ASAN) di Swiss untuk program S2 double degree.

Meski sama-sama untuk jenjang S2, ada perbedaan program antara kerja sama dengan dua universitas di Eropa tersebut. Untuk di UOG, perkuliahan sepenuhnya dilakukan di Inggris dari awal sampai selesai. Sementara dengan universitas di Swiss yakni dengan program double degree, perkuliahan dilakukan dengan sistem bergantian, yakni separuh masa kuliah dilakukan di Indonesia dan separuhnya dilakukan di Swiss.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali, Budi Prasetyaningsih, Rabu (9/8/2017) menjelaskan, untuk program double degree, perkuliahan dimulai pada 4 September sampai Januari di Indonesia. Setelah itu, pada bulan Februari 2018 nanti perkuliahan dilanjutkan di Swiss hingga bulan Juli.

"Sementara pengerjaan thesis bisa di Boyolali," terangnya.

Saat ini, sebanyak 18 peminat masih diseleksi untuk disaring menjadi 10 pendaftar yang akan terpilih dikirm mengikuti program. Seluruh biaya pendidikan dan akomodasi dalam program pendidikan akan ditanggung oleh Pemkab.

Sebelumnya, Pemkab Boyolali pada tahun ini juga telah mengirim angkatan ke dua sebanyak 20 siswa Boyolali untuk program double degree tingkat S1 yang bekerjasama dengan Nanyang University di Tiongkok.  

Selain itu, sesuai dengan arahan Bupati Boyolali, Seno Samodro untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia Boyolali, pemkab juga menggelontorkan anggaran untuk berbagai program pendidikan seperti bantuan biaya thesis dan skripsi mahasiwa, pemberian hadiah bagi siswa berprestasi dan sebagainya.  

"Saat ini telah dijajaki penambahan pengiriman mahasiswa dengan program beasiswa ke kampus di negara Eropa lain seperti Belanda, Jerman, Spanyol dan Perancis," pungkasnya. (R-11)