Cara Ini Bisa Digunakan untuk Lepas dari Kekerasan dalam Pacaran

Foto Ilustrasi kekerasan dalam pacaran (Satriyo Wicaksono)

YOGYA, KRJOGJA.com -  Dalam perbincangan KRjogja.com dengan Nurul Kurniati SH CN selaku konsultan hukum  dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rifka Annisa setidaknya terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghindari kekerasan dalam pacaran.

“Pertama, harus berani untuk bicara,” terang Nurul. Nurul mengungkapkan bahwa korban harus memiliki keberanian untuk mengungkapkan apa yang membuatnya tidak nyaman. Korban bisa membicarakannya dengan pasangannya, orang tua, atau lingkaran sekitarnya.

Dalam kondisi-kondisi yang sudah sangat memprihatinkan, korban harus berani untuk mengakhiri hubungan tersebut. “Tetapi dia memang butuh dukungan terutama dari orang tua. Ketika dia putus saja tanpa pemulihan, maka dia akan rentan mendapatkan kekerasan lagi,” Nurul menambahkan.

Diakui Nurul usaha lepas dari pasangan memang tidak mudah. Pelaku seringkali membujuk korban untuk kembali dengan cara mengatakan “Nanti aku bunuh diri kalau tidak bersama kamu lagi.”

Senjata itulah yang dijadikan pelaku untuk menjerat korban lagi. “Tetapi, selama pengalaman saya mendampingi korban itu hanya gertakan saja. Sampai sekarang hal tersebut belum pernah dilakukan,” ujar Nurul.

Pada fase pengejaran kembali itu, korban harus diberi dukungan lebih. “Jika memang ancaman itu dilakukan, korban harus disadarkan. Ketika dia sudah kuat, dia akan lebih percaya diri dan berani menghadapi kemungkinan terburuk,” terang Nurul. (Mg-22)

 

Tulis Komentar Anda