Ragam Editor : Danar Widiyanto Rabu, 26 Juli 2017 / 00:10 WIB

Purna Tugas Tuti Hoho, Ajang Reuni Alumni Wayang Bocah

SETELAH mengabdi di dunia seni tari, baik sebagai pendidik maupun seniman selama 41 tahun, Bekti Budi Hastuti SST MSn atau yang akrab disapa Tuti Hoho akan segera memasuki masa purna tugas terhitung mulai Agustus 2017 mendatang.

Sebagai bentuk pamitan menyambut masa purna bakti, wanita berusia 65 tahun tersebut bakal mengadakan pergelaran bertajuk 'Purna Bakti Eyang Tuti Hoho' di Auditorium Jurusan Tari FSP ISI Yogyakarta Jalan Parangtritis Km 6,5 Yogyakarta, Rabu (26/7/2017) mulai pukul 19.30 WIB. Dalam kesempatan tersebut akan dihadirkan karya Tuti Hoho selama aktif berkesenian terhitung sejak 1976-2017.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

"Bukan berarti saya akan berhenti dari dunia kesenian. Hanya bakti saya di dunia pendidikan formal sudah purna. Tapi saya akan terus melanjutkan bakti bagi kemajuan seni tari di Yogyakarta," ucap Tuti dijumpai KRJOGJA.com usai menyiapkan pementasan. Pada kesempatan ini akan ditampilkan karya tari Tuti Hoho berupa Nini
Thowok. Seperti diketahui, karya tersebut dihasilkan Tuti bersama Didik, Uni dan Bambang. Nantinya, Didik Nini Thowok akan berkesempatan tampil secara langsung.

Selain itu juga akan dihadirkan Tari Sampur Kuning. Tarian ini dikatakan Tuti terinspirasi dari iringan karawitan dengan tajuk sama karya maestro Ki Narto Sabdo.

"Spesial karena besok (hari ini-red) bertepatan ulangtahun ke-87 bapak saya. Beliau yang mendirikan Wayang Bocah sejak tahun 1960an yang hingga kini sudah masuk generasi keempat," ujarnya.

Wayang Bocah juga akan dipentaskan menghadirkan lakon 'Denggung Balarama'. Lakon ini pernah dimainkan pertama kali tahun 1991. Menariknya, ada empat tokoh, yakni Gareng, Panca Kusuma, Parikesit dan Cakil akan dibawakan keturunan langsung pelaku di tahun 1991.

"Yang memainkan lakon tersebut, merupakan anak-anak dari orang yang membawakan di tahun 1991 dulu. Kami juga akan undang alumni Wayang Bocah yang saat ini tersebar di berbagai daerah," ucap Tuti.

Selain itu, di sela acara akan dilakukan launching buku 'Tutur Sembur Leluhur Ojo Disingkur' yang memuat biografi perjalanan Tuti Hoho ditulis Tatik Kalingga. (R-7)