Ragam Editor : Danar Widiyanto Senin, 10 Juli 2017 / 20:30 WIB

Almarhum Hanafi, Tokoh KPI Selalu Berjuang di Depan

HAJI HANAFI RUSTANDI, Presiden Eksekutif Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI), telah meninggal dunia pada 4 Juli 2017 di Tokyo, Jepang, karena sakit. Almarhum yang lahir di Tasikmalaya 4 Februari 1945, meninggalkan seorang isteri, empat orang anak dan tujuh cucu.

Pada kesempatan itu, atas nama Executive Board KPI Hasudungan meminta maaf kepada semua pihak jika Hanafi melakukan kesalahan atau kekhilafan dalam mengemban tugas sehari-hari. "Berita meninggalnya mantan Presiden KPI itu cukup mengagetkan," katanya dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (10/7/2017).

Hasudungan menjelaskan, almarhum berangkat ke Jepang pada 1 Juli yang lalu, dan telah menghadiri sidang selama dua hari. Namun, pada hari ketiga dari sidang yang dijadualkan berlangsung hingga 5 Juli 2017, Hanafi tidak hadir karena sakit sampai akhirnya ditemukan telah meninggal dunia di hotel.

Hanafi hadir di pertemuan tersebut mewakili ITF dalam kapasitasnya sebagai anggota Executive Board ITF sejak 2010, Ketua ITF Asia Pasifik sejak
2008, dan juga sebagai anggota IBF sejak 1999. "Dia mendapat kepercayaan  di organisasi internasional yang berpengaruh itu hingga akhir hayatnya," jelasnya.

Dari Tokyo, menurutnya, jenazah almarhum Jumat diterbangkan ke Jakarta. Setibanya di bandara Soekarno-Hatta, Hasudungan Tambunan menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga dan Selanjutnya dibawa ke Garut, Jawa Barat, untuk dimakamkan.

Hasudungan menilai Hanafi sebagai tokoh pembela buruh transportasi Indonesia yang perjuangan dan  kegigihannya telah diakui di tingkat nasional maupun internasional. "Dalam memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan buruh, Pak Hanafi selalu berjuang di depan tanpa henti sebelum berhasil. Fight on the front endlessly,” katanya seraya mengaku sangat kehilangan atas kepergian seniornya, mengingat jasanya sangat besar dalam memimpin dan mengembangkan KPI sampai saat ini. (Ful)