Komunitas Brayat Pesing Gelar Resik Kali

Warga Pedukuhan Tulangan sedang berebut ikan lele sebagai rangkaian kegiatan resik kali. (Foto: Asrul Sani)

SAMIGALUH (KRJogja.com) - Maraknya warga membuang sampah sembarangan di sungai mengundang keprihatinan Komunitas Brayat Pemuda Simpang Tiga Ngaliyan Ngargosari (Pesing) Kecamatan Samigaluh sehingga mengadakan bersih sungai atau 'resik kali', Minggu (5/6).

Sebelum menyingkirkan sampah-sampah khususnya sampah rumah tangga, komunitas tersebut bersama warga Pedukuhan Tulangan, Ngargosari, Samigaluh terlebih dahulu mengadakan ritual sedekah kali yang dipimpin anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Kulonprogo asal Desa Ngargosari. Resik kali (membersihkan sungai) merupakan puncak rangkaian kegiatan Jumat Bersih yang diadakan warga sejak empat bulan lalu. Fokus kegiatan mereka membersihkan sungai dari segala bentuk sampah yang menyebabkan pencemaran lingkungan di Desa Ngargosari.

Komunitas Brayat Pesing memandang perlu dilakukan gerakan bersih sungai, mengingat puluhan sungai yang ada di wilayah mereka selama ini dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka. "Terutama pada musim kemarau, hampir seluruh warga Pedukuhan Tulangan mengambil air dari sejumlah sungai untuk keperluan memasak, minum, mencuci dan mandi. Dengan kondisi sungai yang kotor karena banyak terdapat sampah tentu air yang diambil warga menjadi tidak sehat. Sehingga kami berinisiatif mengadakan sekaligus menggalakkan kegiatan resik kali," kata Ketua Komunitas Pemuda Brayat Pesing Ibnu Khoironi.

Untuk memancing semangat warga agar mau ikut membersihkan sungai dari sampah maka panitia melepaskan 50 kilogram ikan lele ke Sungai Ngares untuk ditangkap warga secara gratis. Pancingan tersebut ternyata mampu menarik perhatian warga pedukuhan setempat sehingga para orang tua termasuk kaum ibu-ibu, pemuda dan anak-anak berlomba-lomba menangkap ikan lele. (Rul)

Tulis Komentar Anda