Ragam Editor : Agung Purwandono Selasa, 13 Juni 2017 / 00:40 WIB

Wikan Tetap 'Cool' Hadapi Demo dan Aturan Baru Vokasi

SELASA, 3 Mei 2016. Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) tampak tenang seperti biasanya. Beberapa mahasiswa lalu-lalang menggunakan kendaraan masing-masing. Namun, ada pula yang berjalan kaki. Sebagian dari mereka tergesa mengejar kelas kuliah, sebagian lainnya santai mengobrol dengan kelompoknya.

Pemandangan itu seakan nyaris berbeda dengan sehari sebelumnya, saat kampus kerakyatan tersebut menggelar aksi demonstrasi. Sejak Senin (2/5) pagi, sekelompok mahasiswa membawa arak-arakan aspirasinya menuju balairung. Menuntut penolakan kenaikan UKT dan beberapa tuntutan lain.

Tak terkecuali, mereka yang berkumpul dari Jalan Kayu Putih, di sebelah utara Sekolah Vokasi UGM. Aksi yang kemudian menjadi headline dan cover foto beberapa media massa, termasuk Kedaulatan Rakyat pada Selasa (03/05/2016).

Disini, Wikan Sakarinto yang masih menjabat sebagai Wakil Direktur Kemahasiswaan dan Akademik SV UGM mau tak mau harus terlibat. Menjembatani aspirasi sembari mengingatkan para mahasiswa yang melakukan corat-coret spanduk.

"Tentu waktu itu merasa kecewa. Karena ditengah upaya ita membangun repurtasi, demonstrasi ini kembali terjadi. Tapi disinilah peran Vokasi UGM untuk putar otak menjembatani aspirasi para warganya," ungkap Wikan.

Kini, Vokasi telah memiliki mekanisme hearing penyampaian aspirasi yang digelar rutin. Kanal aspirasi lewat website UGM maupun secara langsung ke Dekanat juga terbuka bagi siapa saja yang ingin urun rembug.

"Termasuk saya terbuka atas segala masukan. Saya juga doyan instagramman kan, bisa kontak saya kapan saja," ungkapnya yang memang gemar membuat status motivasi ataupun video informasi di beragam media sosial pribadinya.
Salah satu video yang sedang dibuat ketika reporter KRjogja.com menemui Wikan di ruangannya, adalah video tentang tips dan trik presentasi.

Lagu Ed Sheran: Shape of You, sempat terlantun beberapa kali seiring sang dekan melakukan penyuntingan atas videonya tersebut. Beberapa video lain layaknya tips sukses, tips belajar bahasa inggris, dan beragam video lainnya juga bisa diakses di instagram pribadinya @wikansakarinto.

"Buat sendiri saya. Kalau cuma kayak gini gampang lah. Tujuannya selain dekat dengan mahasiswa, juga berbagi. Sharing knowledge bagi masyarakat," kisahnya. Yang kemudian berkat kelihaian berkomunikasi tersebut, ia kerap dijuluki mahasiswa UGM sebagai dosen cool dan ganteng.

"Wah tapi masak saya ganteng. Kalah lah kalau bandingannya sama Pak Erwan (Dr. Erwan Agus Purwanto, Dekan Fisipol)," ungkap Wikan menjawab julukan tersebut. Yang juga kerap disandangkan mahasiswa UGM kepada Erwan.

Jalin Kehangatan dalam 'Band The Dean 16:21'

Selain itu, lantunan musik dalam ruangannya tak melulu datang dari proses pembuatan video tips. Terkadang, lagu itu berputar dari HPnya. Memutar kembali video unjuk kelihaiannya bermain piano bersama dekan lain, dalam Band The Dean 16:21.

Band yang terdiri atas dekan-dekan UGM tersebut juga menjadi salah satu jalan Wikan bersama rekan koleganya menjalin hangatnya relasi. Terbentuk tak lama sejak Wikan dan 19 dekan lainnya dilantik menjadi Dekan Vokasi UGM pada Oktober lalu, band ini kerap bersua seminggu sekali untuk jamming.

"Dan latihannya pun mulai pukul 16:21. Sesuai lepas jam kerja," ungkapnya sembari tertawa.
Filosofi nama Band The Dean 16:21 ini juga berasal dari tahun periode jabatan dekan yang akan berlangsung hingga 2021. Dan setiap berlatih, Wikan bersama kolega acap memainkan 16 hingga 21 lagu.

"Dan kalau waktunya cukup, siap juga main 16 hingga 21 lagu di panggung," candanya.
Band ini juga telah unjuk diri dalam beberapa kesempatan. Dalam Jazz Concert Dies Natalis Fakultas Kedokteran UGM misalnya, Wikan memainkan jemarinya di atas piano dengan ciamik mengiringi Prof Panut Mulyono yang melantunkan lagu sebagai vokalis. Sebelum menjabat sebagai rektor, Panut memang menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik UGM.

Upayanya menjalin hubungan dengan semua pihak, juga dilakukan lewat hubungan baik pada dunia industri. Vokasi UGM kini telah mengundang banyak praktisi untuk turut serta membagikan ilmunya dalam mata kuliah di kelas-kelas. Dari situlah mahasiswa akan dididik ilmu konkrit yang benar-benar dibutuhkan perusahaan, atau yang disebutnya sebagai kurikulum perkawinan berbasis Teaching Industry.

Selain itu, kerjasama dengan industri juga disusun guna membuka kesempatan magang bagi para mahasiswa maupun rekrutmen setelah mereka lulus. Termasuk, telah menerima lahan 6,5 hektar dari Sultan di Kulonprogo dan rencana hibah dari Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk membangun industri peralatan implan kesehatan hingga kakao bagi proses Teaching Industry.

"Dalam magang itu, anak kita digaji lho. Magang dan digaji. Dengan adanya fasilitas industri ini, kita bisa buat substitusi impor. Alat implan kesehatan, anak kita ini sudah bisa bikin sendiri. Biasanya harus impor dan harganya mahal sekali," ungkapnya bangga. (Ilham Dary Athalah)

Di sisi lain, Wikan harus menghadapi tantangan baru dan harus merombak semua Jurusan di SV UGM. Ia bahkan berencana menutup semua prodi diploma 3. Baca selanjutnya Tantangan Wikan Sakarinto, Tutup D3 Buka Diploma IV