Pemilu Iran Sulit Diprediksi

Ilustrasi. (Foto : Dok)

IRAN, KRJOGJA.com - Nasib Iran untuk empat tahun ke depan dipertaruhkan seiring dengan pembukaan tempat pemungutan suara pemilihan presiden pada Jumat (19/05/2017). Tanpa adanya jajak pendapat resmi, sejumlah pengamat menganggap akan sangat sulit memprediksi hasil pemilu Iran kali ini. Pemilu ini bisa jadi berjalan dengan sangat ketat.

Dari enam kandidat presiden, tersisa dua calon yang dianggap menguasai persaingan kursi kepala pemerintahan negara di Timur Tengah itu setelah dua capres lain mengundurkan diri beberapa hari menjelang pemilu.

Kini, sekitar 50 juta pemilih Iran disodorkan dua pilihan kandidat, antara sang petahana Presiden Hassan Rouhani, politikus moderat pragmatis serta reformis yang fleksibel, atau Ebrahim Raisi, seorang konservatif garis keras yang sangat setia dengan prinsip Revolusi Iran 1979.

Rouhani memang dianggap sebagai kandidat yang berpeluang besar untuk memenangkan pemilu hari ini. Namun, hal tersebut masih jauh dari kata pasti.

Suzanne Maloney, Wakil Direktur program Studi Kebijakan Luar Negeri di Institut Brookings, mengatakan elektabilitas eks sekretaris dewan keamanan nasional tertinggi selama 16 tahun itu masih kuat.

Menurutnya, para incumbent selalu diuntungkan oleh preseden hak istimewa dalam persaingan pemilu. Sebab, sejauh ini tidak ada calon presiden petahana di Iran yang tidak berpeluang besar untuk terpilih kembali setidaknya bukan dalam penghitungan suara secara resmi. (*)

Tulis Komentar Anda