Sangkal Tak Punya Hak SG, Trah HB VII Ajak Kraton Duduk Bersama

RM Triyanto menunjukkan peta SG yang tersebar di wilayah Mataram. (Foto:Harminanto)

YOGYA, KRJOGJA.com - RM Triyanto, trah Sri Sultan HB VII menyangkal bahwa dirinya tak memiliki hak waris aset seperti yang dikemukakan tim hukum Kraton Yogyakarta Achiel Suyanto SH saat menemui perwakilan warga Kalitirto Berbah Sleman yang protes adanya pengaplingan Sultan Ground (SG) beberapa waktu lalu. Ia bahkan mengajak pihak Kraton Yogyakarta untuk duduk bersama dan memperjelas duduk permasalahan yang selama ini dinilai membuat pihaknya serasa difitnah.

Kepada wartawan, Jumat (19/5/2017) Triyanto mengungkap bahwa ia memiliki dasar kuat yakni tertuang dalam Perjanjian Perdamaian Giyanti 1755 pasal 6 dan Rijksblaad tahun 1918. Menurut dia, dalam pasal 6 tersebut diatur bawasanya permasalahan berlaku bukan hanya untum Sultan sendiri melainkan hingga ahli warisnya.

"Pasal 6 itu menyatakan hal mana berlaku permasalahan apa saja tak hanya untuk Sultan sendiri tapi juga untuk semua ahli warisnya. Karena itu saya siap duduk bersama pihak Kraton Yogyakarta, biar semuanya terbuka gamblang agar tidak jadi saling fitnah," ungkapnya.

Triyanto menyampaikan bawasanya protes warga Kalitirto Berbah bukanlah pada kapasitasnya mengingat permasalahan hak waris tanah adalah antar pewaris saja. Tim hukum Trah HB VII menurut Triyanto bahkan telah melaporkan adanya pengrusakan kapling di tanah SG tersebut.

"Kita tetap lanjutkan di sana (Kalitirto) dan kita laporkan siapa yang mendemo sampai merusa fisik bangunan yang telah dibangun oleh penyewa saya. Hak saya menyewakan tanah peninggalan kakek saya karena saya ahli waris dan berhak menyewakan," imbuhnya.

Di hadapan wartawan, Triyanto juga menyatakan pihaknya sampai saat ini tak pernah sekalipun menjual SG kepada pihak manapun. Ia tetap menyatakan bawasanya SG yang tersebar di seluruh wilayah Mataram merupakan hak ahli waris Sri Sultan HB VII sesuai dengan amanat HB VII.

"Sampai saat ini kita belum pernah menikmati atas turun waris dan pecah waris kepemilikan atas tanah Sultan HB VII, sampai saat ini masih utuh semua. Kita sewakan dalam jangka waktu tertentu, 30 tahun biasanya. Kami tetap punya hak atas Sultan Ground," ungkapnya lagi. (Fxh)

 

Tulis Komentar Anda