BABARSARI UNDERCOVER

Layanan Hot di Salon-salon Plus

Salahsatu sudut ruko yang dijadikan salon. (JH Kusmargana)

TAK hanya memunculkan konflik sosial dan masalah lingkungan seperti berkurangnya lahan terbuka serta menurunnya kualitas air karena derasnya arus pembangunan, kawasan Seturan-Babarsari juga menyimpan persoalan lain sebagaimana terjadi di kota-kota metropolis lainnya. Salah satunya terkait urusan seks.

Sudah bukan rahasia lagi, pertumbuhan yang begitu pesat pada sebuah kawasan dengan tingkat migrasi penduduk yang sangat tinggi, akan selalu diikuti dengan peningkatan kebutuhan hidup bagi setiap penduduknya. Kebutuhan hidup itu tentu tak hanya soal urusan makan atau tempat tinggal saja, melainkan juga soal urusan seks.

Bagi penikmat dunia ini, kawasan Seturan-Babarsari memang sudah dianggap seperti surga di Yogya. Kawasan ini menyediakan beragam layanan seks yang dapat dengan mudah ditemukan. Mulai layanan kelas ecek-ecek, hingga layanan seks yang profesional.

Dari penelusuran yang dilakukan, ditemukan beberapa tempat prostitusi yang terdapat di kawasan Seturan-Babarsari, baik yang dilakukan secara terang-terangan, melalui tempat-tempat prostitusi terselubung atau tertutup sama sekali.

Salah satunya yang sudah sangat terkenal adalah salon plus-plus. Berkedok jasa layanan kecantikan, perawatan rambut dan perawatan tubuh seperti massage (pijat) dan spa, puluhan salon yang menempati ruko Babarsari banyak yang bisa memberikan layanan seks di tempat.

Sepintas, salon-salon ini memang nampak seperti salon pada umumnya. Namun, dengan membayar uang lebih, para lelaki hidung belang akan dapat memperoleh layanan plus plus dari para kapster yang ada di salon tersebut.

Begitu memasuki salon, tamu dapat langsung memilih kapster yang biasanya sedang duduk-duduk di sofa melalui seorang mucikari atau germo. Setelah sepakat soal harga dengan si kapster tersebut, kita akan dibawa pada sebuah ruangan kecil bersekat kayu dan tirai dengan tempat tidur di tengahnya sebagai tempat melakukan beraktivitas.

"Tarifnya rata-rata berkisar antara Rp 200 ribu - Rp 350 ribu sekali pake. Itu tergantung nego dan oke-tidaknya si kapster. Untuk kapsternya sendiri rata-rata sudah setengah tua, meski kadang ada juga yang masih muda," ujar salah seorang lelaki hidung belang yang kerap menikmati layanan seks di salon-salon tersebut, sebut saja Tupar.

Bahkan kalau anda ingin potong rambut di sana, jangan kaget kalau ditolak secara halus dan diarahkan untuk perawatan tubuh. Karena kadang di tempat tersebut memang tidak ada gunting rambut. "Maaf kapster yang bisa memotong tidak datang, perawatan saja ya mas," begitu rayuan seorang kapster ketika ada yang ingin potong rambut.

Kalau tamu sudah oke melakukan perawatan, maka akan ditawarkan jenis-jenis perawatan, mulai pijat sampai berbagai paket spa. Pokoknya tinggal pilih. Nah, di sela-sela perawatan tersebut kapster akan menawarkan perawatan lain yang hot, apakah dengan tangan, mungkin juga dengan mulut, atau dengan bagian tubuh lainnya.

Meski demikain, ada juga salon di kawasan ruko Babarsari dan Seturan yang lurus-lurus saja, alias tidak ada layanan plus. (JH Kusmargana)

Baca Selanjutnya : Aquarium itu Berisi Wanita-wanita Seksi

Tulis Komentar Anda