BABARSARI UNDERCOVER

Duh.. Seks Bebas di Kos-Kosan Bukan Rahasia Lagi

Salah satu kos-kosan tampak dari luar. (Foto JH Kusmargana)

APA yang dilakukan ketika sepasang manusia berlainan jenis berada di satu kamar berdua saja? Sudah dapat dipastikan, akan ada setan yang nimbrung, menemani dan membujuk keduanya agar berbuat dosa.

Selanjutnya tergantung keimanan keduanya. Kayaknya hebat sekali keimanannya kalau tidak jebol. Sebab, setan akan terus saja menggoda tiada hentinya. Apalagi keduanya jauh dari keluarga, sehingga saudara yang mengawasi. Maka, terjadilah aktivitas mengumbar hawa nafsu.

Adanya kos-kosan 'bebas' di kawasan Seturan dan Babarsari memang tak bisa ditampik telah mendorong semakin meluasnya perilaku seks bebas di kalangan mahasiswa. Jika beberapa tahun lalu hal semacam itu masih kerap disangkal dan ditutup-tutupi, kini perilaku seks bebas di kos-kosan telah menjadi hal yang semakin dianggap lumrah.

"Coba saja razia kos-kosan di kawasan Babarsari, jangan tengah malam tapi sekitar jam 19.00 an. Kalau tengah malam mereka sudah pada kecapaian, tidur," kata seorang mahasiswa yang tidak mau disebut namanya ini.

Bahkan ada guyonan, kalau aparat pemerintah melakukan razia atau operasi ke kamar-kamar kos bebas, maka mobil mereka tak akan mampu membawa mereka yang kena razia, karena saking banyaknya sehingga kapasitas mobil tidak muat.

Kenyataannya, tempat kos 'bebas' memang semakin diminati. Untuk mendapatkannya, calon penghuni juga tak perlu lagi bersusah payah. Pasalnya, saat ini semakin banyak pengelola kos memajang iklan dan menwaran kamar kos mereka melalui berbagai media. Kemajuan teknologi informasi, agaknya benar-benar dimanfaatkan pengelola kos dengan mencari calon penyewa kos melalui media internet. Bahkan hal itu banyak dilakukan secara terang-terangan. Adanya juga yang memasang tulisan di pinggir jalan.

Salah seorang pemilik kos di daerah Babarsari yang enggan disebutkan namanya, mengaku membebaskan setiap penghuni kos melakukan apa saja di tempat kos miliknya. Lelaki yang mengaku memiliki 20an kamar kos ini, akan menutup mata terhadap setiap kegiatan mereka selama si penyewa kos rutin membayar uang sewa secara penuh.

"Sekarang itu kalau gak bebas ya gak bakalan disewa mas. Karena semua mahasiswa itu pasti cari kos yang bebas. Kalau ada peraturan ketat, ini itu dilarang, jelas mereka gak bakalan mau kos di tempat saya," ujarya.

Sejumlah perangkat desa di kawasan Babarsari sendiri tak menampik adanya sejumlah pemilik kos-kosan yang membebaskan penghuninya melakukan kegiatan yang tidak semestinya. Ketua Padukuhan Tambakbayan, Widodo mengatakan, mayoritas mereka adalah pemilik kos yang tidak tinggal di wilayah atau tempat tersebut, sehingga mereka sedakar menyewakan tempat kos dan mendapatkan uang.

"Biasanya kos semacam itu adalah kos-kosan yang tidak ada induk semangnya. Sehingga menjadi kurang diawasi. Kalau ada kos seperti itu jelas pemiliknya pasti akan kita tegur. Jika masih terus berlanjut bisa saja kos-kosan itu kita bubarkan. Tapi untuk kos-kos eksklusif itu yang kita sulit, karena itu kan sudah seperti hotel," katanya. (Bersambung/JH

Tulis Komentar Anda